Info Pertanian: WEBINAR NASIONAL AGRIXPLOSION 2020 | Pengumuman Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FP | Mahasiswa FP UNS Juara 2 LKTI Nasional Bidang Teknologi Pangan | PENYULUHAN DAN PENGENALAN BUDIDAYA PISANG HASIL KULTUR JARINGAN PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI” SARI TANI” DESA GENTAN, KECAMATAN BENDOSARI, KABUPATEN SUKOHARJO | Workshop Rekonstruksi Dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka |

Seminar Nasional : Peran Sumberdaya Pertanian dalam Mendukung Ketahanan dan Keamanan Pangan Era Revolusi Industri 4.0

Rabu, 27 Maret 2019 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan seminar nasional dan Praloknas FKPTPI BKS Wilayah Timur  dengan mengusung  tema “Sumber daya Pertanian Berkelanjutan Dalam Mendukung Ketahanan dan Keamanan Pangan Indonesia pada Era Revolusi Industri 4.0”. Seminar nasional dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-43 UNS. Tema ini dipilih berdasarkan pemikiran mengenai potensi dan peran strategis sektor pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan dan peran Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 sangat potensial untuk diwujudkan antara lain dikarenakan beberapa faktor. Pertama, hal ini didukung oleh ekosistem tropis Indonesia yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun. Kedua, adanya variasi genetik tumbuhan yang dimiliki Indonesia. Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, antara lain tanaman pangan, hewan ternak, bakteria dan indigenous knowledge dalam pengolahan pangan baik yang sudah ada maupun yang belum banyak diketahui informasinya. Hal tersebut ditambah lagi dengan adanya improved varieties untuk komoditas pangan dan ternak. Ketiga, potensi mewujudkan lumbung pangan juga semakin besar dengan aktivitas ekstensifikasi dan intensifikasi kegiatan pertanian dalam arti luas.

Namun demikian perlu dilakukan usaha yang efektif dalam mengelola potensi-potensi yang ada untuk menggapai cita-cita tersebut. Saat ini, pengelolaan pertanian Indonesia di berbagai wilayah masih cenderung bersifat tradisional yang masih menyisakan beberapa faktor yang perlu dibenahi. Pada era revolusi industri 4.0 ini, arah pengelolaan pertanian Indonesia sudah seharusnya menyesuaikan perkembangan era teknologi digital dan otomatisasi. Konsep pengembangan pertanian yang banyak dikembangkan pada saat untuk mendukung era revolusi industri 4.0 adalah konsep pertanian cerdas, yang biasa juga disebut smart farming atau precision agriculture. Konsep ini merujuk pada penerapan TIK pada bidang pertanian. Tujuan utama penerapan terknologi tersebut adalah untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada.

Pemanfaatan kemajuan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian diharapkan dapat menunjang peningkatan produksi pangan dari hulu ke hilir dan memperlancar distribusinya serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pertanian berbasis revolusi industri 4.0 antara lain adalah sumberdaya manusia, diseminasi teknologi dan pemanfaatannya, kondisi lahan pertanian dan regulasi dan dukungan dari Pemerintah. Kampus, lembaga penelitian, perusahaan dan kelompok masyarakat harus ikut andil dalam mendorong pemanfaatan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian. Oleh karena itu, seminar nasional ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi, sharing pengetahuan dan pengalaman serta diseminasi kajian atau hasil penelitian terbaru dalam bidang pertanian dari hulu ke hilir yang melibatkan pemangku kepentingan, pakar, peneliti, akademisi, dan praktisi.

Sub tema dalam seminar ini meliputi: (1) Sumber daya lahan dan air; (2) Sumber daya manusia dan kelembagaan; (3) Sumber daya peternakan; (4) Sosial ekonomi pertanian; (5) Keamanan dan ketahanan pangan; (6) Teknologi produksi tanaman dan pasca panen; (7) Pengelolaan organisme pengganggu tanaman; (8) Sumberdaya hutan dan ekowisata.

Pemaparan makalah utama disampaikan oleh Dr. Ir. Riwantoro, M.M. (Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI) dengan tema “Kebijakan Pemerintah dalam Mewujudkan pencapaian ketahanan dan keamanan pangan pada revolusi industri 4.0”, Dr. Ir. Harwanto, M.Si. (Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah) dengan tema “Riset terkini yang mendukung pencapaian ketahanan dan keamanan pangan pada revolusi industri”, Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, M.S. (Dekan Fakultas Pertanian UNS) dengan tema “Potensi keanekaragaman hayati dalam mendukung pencapaian ketahanan dan keamanan pangan pada revolusi industri 4.0”, dan Astri Purnamasari (VP of Corporate Service TaniHub) dengan tema “Peran industri pangan dalam mendukung ketahanan dan keamanan pangan pada revolusi industri 4.0”.

Peserta yang hadir pada seminar nasional ini sebanyak 141 pemakalah yang berasal dari pemangku kebijakan, pakar, peneliti, akademisi (dosen dan mahasiswa), pengusaha yang terkait dengan bidang pertanian, dan asosiasi profesi. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Pertanian UNS (IKATANI).

Bersamaan dengan seminar ini juga dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain : (1). Pra-Lokakarya Nasional (Praloknas) Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Badan Kerjasama (BKS) wilayah Timur yang diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi pertanian se-Indonesia (dekan, wakil dekan, dan ketua jurusan/prodi); (2) Forum Group Discussion (FGD) Perhimpunan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia (PAGI) dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) untuk membahas Learning Outcome Prodi S2 Agroteknologi/Agroekoteknologi dan Agronomi; (3) FGD Asosiasi Progam Studi Ilmu Tanah Indonesia (APSITI); (4) FGD Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI); dan Program Studi lainnya, seperti S1 PKP dan Diploma III Agribisnis dan Teknologi Hasil Pertanian, beserta peninjau dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Peternakan. Jumlah peserta kegiatan Praloknas dan FGD asosiasi-asosiasi tersebut mencapai 81 orang.

Selain kegiatan tersebut diatas, pada Hari Selasa, 26 Maret 2019 di Fakultas Pertanian telah  dilaksanakan Kompetisi Aplikasi Pertanian Berbasis Android dengan nama EMOTYCON (AgriculturE Mobile TechnologY CONtest). Tema yang diangkat adalah “Peran Digital dalam Mewujudkan Ketahanan dan Keamanan Pangan di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini merupakan kerjasama Ikatan Alumni Fakultas Pertanian UNS (IKATANI) dengan Fakultas Pertanian UNS. Pemenang dalam kompetisi tersebut adalah Universitas Telkom tampil sebagai juara I, Universitas Gadjah Mada sebagai juara II dan Alumni Fakultas Pertanian UNS sebagai juara III.  Hadiah untuk pemenang berupa :  Juara I (Rp 2.500.000,- + Tropy + Sertifikat Juara), Juara II (Rp 1.500.000,- + Tropy + Sertifikat Juara), dan Juara III (Rp 2.500.000,- + Tropy + Sertifikat Juara).

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong minat dan kreativitas generasi muda untuk memanfaatkan teknologi dalam rangka mempersiapkan dan menyambut era revolusi industri 4.0.