Tuesday, 09 February 2021 287 View

Potensi Kebun Percobaan Sukamulya Dan Kegiatan PKL Mahasiswa UNS

Tahun 2020 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) telah menjalin kerja sama dengan 14 institusi, 11 diantaranya dengan perguruan tinggi. Salah satu yang tertuang dalam naskah perjanjian kerja sama pada ruang lingkup adalah melakukan fasilitasi magang, PKL, dan penelitian mahasiswa. Tahun 2021 sebanyak 24 mahasiswa dari Fakultas Pertanian Unsoed, UNS, UNSIKA, Mercu Buana DIY, tahap pertama telah melakukan PKL di Balittro dan Lab SE Puslitbang Perkebunan.

Pada (5/2/2021), Koordinator Substansi KSPHP (Dr. Tedy Dirhamsyah, SP., MAB.) dan Sub Koordinator Substansi Kerja Sama (Dr. Saefudin, SP., M.Si.) melakukan peninjauan peserta PKL sekaligus kunjungan ke Kebun Percobaan (KP) Sukamulya Sukabumi. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka diskusi dengan peserta PKL untuk menelaah kendala dan progress di lokasi terutama ketercapaian tujuan PKL. Selanjutnya kunjungan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang dimiliki KP Sukamulya untuk bahan tindak lanjut kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dalam diskusi singkat, Kepala KP. Sukamulya, Wawan Lukman menjelaskan bahwa saat ini, Beliau dibantu oleh 6 orang PNS dan 5 tenaga honorer dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, total lahan keseluruhan KP Sukamulya mencapai 48,6 hektare yang terdiri dari kebun induk nilam, lada, vanili, plot percobaan, dll.

Untuk operasional harian, KP. Sukamulya yang menjadi bagian dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) ini tidak sekadar mengandalkan APBN. Mereka secara mandiri mengusahakan pembangunan jalan setapak, kolam penampungan mata air, jogging track, dll. Beberapa lahan yang tidak terpakai juga dimanfaatkan untuk pengembangan serai wangi, vanili, singkong, dan lainnya, tegas Wawan.

Dua komoditas yang menjadi fokus pengamatan selama magang, yakni vanili dan temu ireng. Mereka mengamati perlakuan bakteri terhadap vanili serta perbedaan pemupukan organik dan anorganik terhadap temu ireng.

Wawan menambahkan, KP. Sukamulya juga memiliki fasilitas mesin penyulingan serai wangi dengan kapasitas 1 ton. Selain produk utama berupa minyak aromaterapi, limbahnya juga diolah menjadi media tumbuh jamur, pembuatan briket, dan kompos. Harapannya, KP. Sukamulya bisa dikembangkan menjadi destinasi eduwisata, mengingat lokasinya yang cukup strategis, yakni berada di jalur Provinsi Jawa Barat. Hanya saja, pembangunan infrastruktur belum optimal karena dana yang dimiliki terbatas.

Kerja sama dengan pihak swasta dinilai dapat menjadi solusi dari permasalahan ini. Lebih lanjut, Dr. Tedy juga mengharapkan agar Sub Koordinator Subtansi Kerja Sama Puslitbang Perkebunan dapat menginventarisasi potensi-potensi yang dimiliki KP. Sukamulya dan kebun percobaan lainnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau aktivitas enam mahasiswa magang dari UNS. Empat di antaranya merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, sedangkan dua lainnya dari Program Studi Agroteknologi. Mahasiswa menyapaikan terima kasih atas fasilitasi PKL terutama pada Balittro dan Peneliti Pendamping. Selama di KP. mahasiswa mendapatkan sarana dan prasarana sesuai yang diharapkan PKL, demikian dengan proses pendampingan, pembimbingan oleh pengelola KP. dan peneliti pendamping.

Selain melakukan pengamatan, para mahasiswa juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan di KP. Sukamulya. Sehari-hari, mereka mulai berangkat pukul 07.00 WIB untuk mengikuti kegiatan rutin di lahan atau melakukan pengamatan penelitian. Setelah beristirahat pukul 11.00-13.00 WIB, kegiatan dilanjutkan namun lebih fokus di rumah kaca. Dr. Tedy berpesan agar mahasiswa dapat mengumpulkan data sebanyak-banyaknya selama di KP. Sukamulya. Harapannya, data tersebut dapat bermanfaat saat mereka melakukan penelitian skripsi lebih lanjut.

 

 

artikel ini juga dimuat di link http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id : download


Potensi Kebun Percobaan Sukamulya Dan Kegiatan PKL Mahasiswa UNS