Info Pertanian: WEBINAR NASIONAL AGRIXPLOSION 2020 | Pengumuman Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FP | Mahasiswa FP UNS Juara 2 LKTI Nasional Bidang Teknologi Pangan | PENYULUHAN DAN PENGENALAN BUDIDAYA PISANG HASIL KULTUR JARINGAN PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI” SARI TANI” DESA GENTAN, KECAMATAN BENDOSARI, KABUPATEN SUKOHARJO | Workshop Rekonstruksi Dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka |

Kuliah Umum : Peran Penyuluhan dan Kemitraan dalam Pembangunan Perkebunan

Kamis, 25 April 2019 Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian UNS menggelar kuliah umum dengan menghadirkan narasumber Ir. Joko Supriyono ( Wakil Presiden Direktur PT. Astra Agro Lestari), dan Ahmad Dharmawi ( Akademi Komunitas Tekstil Kementerian Perindustrian).

Kuliah umum dihadiri peserta mahasiswa PKP dan dari program studi yang lain serta dosen Program Studi PKP. Kepala Program Studi PKP Dr. Agung Wibowo, SP, M.Si dalam kesempatan membuka kuliah umum menyampaikan bahwa tujuan dari dilaksanakannya kuliah umum ini adalah untuk memberikan wawasan dan pembekalan kepada mahasiswa sejak dini agar dapat memahami dengan benar bagaimana menempuh karir di industri perkebunan kelapa sawit.

Ir. Joko Supriyono dalam pemaparannya menyampaikan bahwa industri kelapa sawit mempunyai prospek yang sangat baik,  karena industri kelapa sawit menjadi kontributor penting bagi perekonomian Indonesia.

“Industri kelapa sawit menjadi penyumbang devisa negara no 1 dari sektor non migas. Selain itu industri kelapa sawit juga banyak menyerap tenaga kerja yaitu 6 juta pekerja dan mendukung kehidupan untuk 12 juta orang.”

“Potensi permintaan pasar global untuk minyak sawit dari tahun ketahun semakin besar.  Populasi manusia pada tahun 2025 diprediksi mencapai 8 milyar manusia, peningkatan ini akan diikuti dengan meningkatnya konsumsi minyak nabati ± 60 juta ton”.

“Dibandingkan dengan minyak nabati yang lain (kedelai, sunflower), kelapa sawit mempunyai potensi terbaik untuk memenuhi permintaan pasar global minyak nabati, karena dibandingkan dengan yang lain kelapa sawit membutuhkan perluasan lahan paling sedikit”.

Sedangkan permasalahan dasar yang dihadapi industri sawit di Indonesia adalah produktivitas tanaman dan biaya produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan malaysia. Dengan kondisi seperti ini Joko berharap lulusan Fakultas Pertanian UNS dapat berkarir dan berkontribusi meningkatkan produktivitas kelapa sawit.