Tingkatkan Kapasitas UMKM, BEM FP UNS Bersama UMKM Desa Binaan  Kunjungi UMKM Progress Jogja yang telah Go International
Tuesday, 20 September 2022 53 View

Tingkatkan Kapasitas UMKM, BEM FP UNS Bersama UMKM Desa Binaan Kunjungi UMKM Progress Jogja yang telah Go International

Sudah menjadi kenisncayaan bahwa perbaikan dan akselerasi kemajuan dalam suatu bidang dilakukan dengan cara memperbanyak belajar dari berbagai sumber, untuk kemudian dirangkai dan dijadikan sebuah formula. Sebab perubahan jaman begitu cepat, bagi siapa yang tidak berubah, menyesuaikan perkembangan jaman, maka dia akan terlibas. Tantangan demikian tentu menerpa semua aspek kehidupan bangsa, terlebih lagi pada aspek ekonomi, baik pada sektor mikro maupun makro.

UMKM (Usaha Kecil Mikro dan Menengah) adalah salah satu sektor yang menerima harus bertahan menghadapi era disrupsi. UMKM sesuai dengan UU No. 20 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah usaha produktif milik perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini.

UMKM adalah sektor yang memiliki peran signifikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, atas urgensi ini serta dengan kondisi jaman yang dinamis, maka UMKM harus melakukan perbaikan. Sabtu, 17 September 2022 tim PPK (Progam Penguatan Kapasitas) BEM FP UNS bersama perwakilan UMKM yang ada desa binaannya, yakni Desa Ngunut, Kec. Jumantono, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah mengunjungi Progress Jogja, yang beralamat di Jatigrit, Srimartani, Kec. Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. UMKM Desa Ngunut terhimpun dalam KUPL (Kelompok Usaha Produk Lokal) Desa Ngunut, yang memang semua produknya berbasis produk lokal dan menjadi produk unggulan desa.

Rombongan dari perwakilan UMKM Desa Ngunut berjumlah 5 orang yang terdiri daru pelaku usaha Jamu Jahe Instan, Keripik Kulit Sapi, Sale Pisang, UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Kelompok Aksepto) serta dibersamai oleh tokoh pemuda Desa Ngunut. Memilih Progress Jogja sebagai tempat studi banding bukan lah tanpa alasan, sebab Progress Jogja telah merambah di Pasar Internasional, melalui satu produk Tortilla sudah sudah sampai ke Negeri Tirai Bambu, Cina. Tak hanya itu, produk Tepung Pisang milik Progres Jogja sudah terpasarkan sampai ke Italia pada tahun 2009. Pada tahun 2018 Progress Jogja mendapatkan sertifikasi ISO (International Organization for Standardization), sehingga menjadi UMKM pertama di Jogja yang mendapatkan sertifikasi ISO. Ragam produk lainnya adalah minuman rempah Wedhang Uwuh, Tepung yang berasal dari biji, umbi, buah. Selama studi banding, rombongan tampak antusias untuk belajar agar bisa mengembangkan UMKM miliknya dalam hal ini untuk KUPL Desa Ngunut.

Hal ini disampaikan oleh Alvien Gusti Prasditio dalam sambutannya Ketua PPK Ormawa BEM FP UNS 2022, bahwa "Sebanyak 5 perwakilan UMKM Desa Ngunut, Karanganyar kami ajak untuk melakukan studi banding ke UMKM Progress Jogja. Harapannya mereka terinspirasi, termotivasi, dan meluaskan jejaring, sehingga bisa meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal unggulan Desa Ngunut. Nantinya semua pengalaman dan pembelajaran hasil studi banding itu kami aplikasikan ke kelompok usaha binaan kami dan ke depannya semoga bisa go international seperti mereka”.

Bu Sayemilah sebagai Ketua UPPKA Desa Ngunut, Jumantono, Karanganyar mengungkapkan rasa terimakasihnya atas fasilitas studi banding yang diterima,

"Studi banding tadi sangat bermanfaat dan membantu keberlanjutan kelompok UPPKA kami. Pengalaman dengan produk lain akan kami dalami lagi dan coba kembangkan untuk menambah kegiatan di kelompok UPPKA. Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan dan diajak studi banding ke Progress Jogja"

Pada dasarnya, studi banding untuk membuka wawasan dan memantik KUPL Desa Ngunut untuk lebih terdorong dalam berpacu di dunia pasar. Melalui studi banding besar harapannya mampu membuat KUPL selangkah lebih maju sehingga meningkatkan produktifitas. Langkah sederhana yang diinisiasi BEM FP UNS Bersama KUPL Desa Ngunut ini menjadi penegas bahwa UMKM harus berdaya dan mampu menjadi pilar penyangga ekonomi kerakyatan.