Prodi Pengelolaan Hutan Berdayakan Masyarakat Sekitar Tahura Mangkunagoro I melalui Pembentukan Kelompok Tani Hutan
Tuesday, 27 September 2022 102 View

Prodi Pengelolaan Hutan Berdayakan Masyarakat Sekitar Tahura Mangkunagoro I melalui Pembentukan Kelompok Tani Hutan

Team Grup Riset Pengelolaan Hutan dan Ekowisata, Program studi (Prodi) Pengelolaan Hutan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang terdiri atas Yus Andhini Bhekti Pertiwi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., Dr. Ike Nurjuita Nayasilana, S.Si., M.Si., Ana Agustina, S.Hut., M.Si., Rissa Rahmadwiati, S.Hut., M.Sc., Dwi Apriyanto, S.Hut., M.Si., Rezky Lasekti Wicaksono, S.Hut., M.Sc., belum lama ini telah melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar Tahura K.G.P.A.A Mangkunagoro I.

Tahun 2022, Grup Riset ini fokus pada pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) di sekitar Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I dengan dana hibah RG Non-APBN UNS tahun 2022, kegiatan ini diketuai oleh Dr. Ike Nurjuita Nayasilana, S.Si., M.Si. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diawali dari inisiasi kerjasama antara Program Studi Pegelolaan Hutan Fakultas Pertanian UNS dengan Pengelola Tahura K.G.P.A.A Mangkunagoro I dan Cabang Dinas Kehutanan X meninjau pentingnya KTH di sekitar Tahura Mangkunagoro I. Potensi Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I dilihat dari sisi pemanfaatan keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna, termasuk pemanfaatannya tumbuhan bawah dan hasil hutan bukan kayu untuk kebutuhan hidup masyarakat.

Pada kegiatan sosialisasi pengabdian masyarakat, Dr. Ike Nurjuita Nayasilana, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa Organisasi atau kelembagaan masyarakat menjadi bagian penting sebagai sarana peningkatan kapasitas diri, menambah sumber informasi, membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan.

“Inisiasi pembentukan KTH sebagai wujud pengelolaan hutan berbasis masyarakat telah disosialisasikan sebelumnya oleh Prodi Pengelolaan Hutan Fakultas Pertanian kepada masyarakat sekitar Tahura K.G.P.A.A Mangkunagoro I”.

“Kegiatan sosialisasi tersebut menghasilkan beberapa kelompok KTH, namun demikian pendampingan kelembagaan KTH pada pengabdian masyarakat ini difokuskan pada satu Lembaga yaitu KTH Green Lawu”, ungkap Dr. Ike Nurjuita.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Berjo, Pihak Tahura Mangkunagoro I, Penyuluh kehutanan dan seluruh anggota KHT Green lawu. Pendampingan diwujudkan melalui penyusunan draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ARDT) KTH yang dipandu oleh Dwi Apriyanto, S.Hut., M.Si.

Sebelum dan sesudah dilakukannya kegiatan pendampingan dalam penyusunan draft AD/ART, team pengabdian Grup Riset Pengelolaan Hutan juga melakukan pemantauan pemahaman tentang keorganisasian dan arti penting organisasi kemasyarakatan. Pengukuran pemahaman dilakukan dengan menyebar kuisioner kepada seluruh peserta KTH Green Lawu yang dalam kesempatan ini dipandu oleh Yus Andhini Bhekti Pertiwi, S.Hut., M.Sc., Ph.D.

Hasil kuisioner menunjukan lebih dari 50% anggota KTH Green Lawu memahami arti penting kelembagaan dan dasar hukum pendirian kelembagaan (AD/ART) setelah dilakukan sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan pengabdian diakhir dengan mewujudkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat (PHBM) melalui pemberian bibit tanaman kepada seluruh anggota KTH Green Lawu.

Pemberian bibit tanaman secara simbolis diberikan kepada Ketua HRG Pengabdian Masyarakat Dr. Ike Nurjuita Nayasilana, S.Si., M.Si., kepada Ketua KTH Green Lawu Bapak Rofik. Team Pengabdian berharap, melalui pemberian bibit tanaman ini diharapkan dapat memberi peluang sumber ekonomi baru masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian kawasan hutan. Selain itu, pemberian bibit tanaman juga sebagai bagian dari penerapan pemahaman masyarakat untuk dapat menanam bibit-bibit tanaman sebagai bagian dari Multipurpose Tree Species (MPTS).