Prodi Agroteknologi Bahas Pengendalian Diabetes dan Obesitas Melalui Pendekatan Bioteknologi
Wednesday, 18 August 2021 107 View

Prodi Agroteknologi Bahas Pengendalian Diabetes dan Obesitas Melalui Pendekatan Bioteknologi

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu dalam rangka pelaksanaan hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Kuliah tamu dengan topik Bioteknologi dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Agustus 2021, pada pukul 08:00 WIB atau 09:00 PM (Waktu Amerika Serikat), dengan metode daring Zoom.

Narasumber kuliah tamu Bioteknologi yaitu Prof. Herry S. Utomo, M.S., Ph.D., dosen di Louisiana State University, Amerika Serikat. Beliau merupakan peneliti padi dengan kandungan protein yang tinggi dan indeks glikemik yang rendah. Kuliah tamu diawali dengan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. dan Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng. Kuliah tamu dipandu oleh moderator Andriyana Setyawati, S.P., M.P., Ph.D.

Turut hadir Ketua Program Studi Agroteknologi UNS, Dr. Ir. Parjanto, M.P., Ketua Penanggungjawab PKKM, Prof. Dr. Ir. Endang Yuniastuti, M.Si., Ketua PIC Dr. Ir. Amalia Tetrani Sakya, M.P., M.Phil., serta dosen dan mahasiswa Program Studi Agroteknologi UNS. Hadir pula peserta dari luar UNS yaitu mahasiswa dan dosen Universitas Brawijaya, Sorong, Universitas Sumatera Utara dan Palangkaraya.

Prof. Herry S. Utomo, M.S., Ph.D., menyampaikan materi menganai pendekatan bioteknologi untuk mengendalikan diabetes dan obesitas (Biotechnological Approach to Controlling Diabetes and Obesity). Amerika Serikat menduduki peringkat pertama di dunia sebagai  negara dengan populasi yang mengalami obesitas, sementara Indonesia menduduki peringkat ke-10. Obesitas menjadi pemicu berbagai penyakit, termasuk diabetes. Salah satu solusi mengatasi penyakit ini yaitu dengan mengembangkan beras dengan indeks glikemik rendah.

Beras hasil rakitan Prof. Herry S. Utomo dan tim diberi nama “Frontière”. Prof. Herry dan tim mengawali penelitian beras dengan indeks glikemik rendah dari laboratorium, lapangan hingga pemasaran. Tahap awal pengembangan beras dengan indeks glikemik rendah dilakukan dengan mutasi, regenerasi dan produksi mutant, seleksi (seleksi Headrow dan uji genetik, multi-lokasi/tahun, Human Clinical Trials untuk Indeks Glikemik), pelepasan dan perlindungan varietas, penerbitan lisensi dan royalti serta pemasaran beras dengan indeks glikemik rendah menjadi produk komersial.

Produk beras dengan indeks glikemik rendah ini diminati di Amerika Serikat karena pangsa pasar di Amerika Serikat memiliki minat yang tinggi terhadap produk makanan dengan gluten free. Kuliah tamu ini ditanggapi antusias oleh peserta kuliah tamu yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan terkait teknis penyediaan beras dengan indeks glikemik rendah lewat mutasi dan solusi untuk diabetes dan obesitas.