Peringati Hari Tani Nasional, Alumni dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS Menginisisasi Gerakan #SatuHariJadiPetani
Tuesday, 28 September 2021 57 View

Peringati Hari Tani Nasional, Alumni dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS Menginisisasi Gerakan #SatuHariJadiPetani

Progam #SatuHariJadiPetani lahir dari kolaborasi dari Agrowakaf, Studio Tani, dan SocioFarm. Progam dilaksanakan di Desa Berjo, Kec. Ngargoyoso, Kab. Karangnyar (26/09/2021). Wahyu Budi dalam sambutannya sebagai Sekretaris Desa Berjo dan perwakilan tiga lembaga penyelenggara, menuturkan bahwa progam ini bertujuan guna meningkatkan kepedulian terhadap perjuangan petani dengan menggunakan momentum Hari Tani Nasional yang jatuh pada tiap tanggal 24 September. Wahyu tidak lupa turut mengenalkan Salman Dzulfikar sebagai founder SocioFarm, Ardi Wardianto sebagai founder Agrowakaf, keduanya adalah  mahasiswa UNS, dan hanya Wahyu yang sudah menjadi alumni UNS.

Peserta dibekali dengan materi pembuatan pupuk organik dari sampah dapur oleh Ir. Joko Sutrisno, lengkap dengan cara pemakaiannya di polibek, sesaat sebelum terjun langsung mempraktikkannya di lahan. “Kita telah banyak mengonsumsi bahan kimia yang ada di bahan pangan, sudah saatnya beralih ke organik”, tekan Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan (PPNSI) Karanganyar dalam sesi materi yang diberikan kepada peserta.

Meski cuaca mendung disertai gerimis, hal ini tidak memadamkan semangat peserta untuk belajar menanam, memanen, serta merasakan kehidupan petani. Peserta berkesempatan mempraktikkan penanaman dengan dua metode, metode dengan media polybag dan langsung di lahan. Adapun benih yang telah disiapkan yakni loncang, cabai, terong, dan sawi.

Belum selesai sampai di sini, peserta diberi voucher belanja pada lahan tani siap panen yang telah disiapkan oleh panitia. Peserta digilir untuk mengunjungi lahan tomat, cabai, loncang, sawi. Setibanya di lahan, peserta diharuskan membantu pekerjaan petani, karena di lahan sudah masanya panen, maka peserta membantu petani untuk memanen. Sela waktu pemanenan, agar peserta semakin merasakan bagaimana hidup menjadi petani, mereka diminta untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang telah diberikan panitia melalui kuisoner.

“Ngirim” (Istilah bahasa Jawa,  mengantar makanan ke lahan) tak lupa untuk dihadirkan, agar peserta merasakan sensasi makan siang ala petani dengan duduk bersama makan di lahan tanpa alas dan tanpa atap.

Outbond bersama sebagai dessert  (hidangan penutup) setelah melakukan aktivitas di lahan dalam rangakaian progam #SatuHariJadiPetani. Makna petani terasa keseruannya dalam paket lengkap acara #SatuHariJadiPetani.