Olahan Ikan Tuna, Peluang Usaha di Daerah Pesisir
Friday, 15 July 2022 501 View

Olahan Ikan Tuna, Peluang Usaha di Daerah Pesisir

Dr. Sc. Agr. Ernoiz Antriyandarti, S.P.,M.P.,M.Si., Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM)-UNS yang berjudul Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pantai Sadeng Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul Melalui Pengelolaan Ikan Tuna mengajak masyarakat pesisir untuk dapat memanfaatkan ikan tuna dengan baik sebagai peluang usaha. Rangkaian kegiatan pelatihan pengolahan ikan tuna dilakukan mulai tanggal 11 Juni 2022, dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan sampai bulan November 2022.

Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu daerah dengan perolehan hasil perikanan tangkap yang baik. Adanya permintaan yang tinggi dari masyarakat terhadap produksi ikan, maka diperlukan adanya pengembangan produksi pengolahan ikan. Salah satu pantai yang mempunyai prospek pengembangan adalah Pantai Sadeng. Ketersediaan ikan yang mudah didapat menjadikan pengolahan ikan sebagai sebuah peluang usaha yang dapat dikembangkan ibu ibu rumah tangga dekat pesisir salah satunya di desa Pucung, desa terdekat dari Pantai Sadeng. Pengolahan ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan apabila mampu dikembangkan dengan baik melalui kegiatan ibu ibu PKK. Kegiatan pegabdian PKM UNS bertujuan untuk mengadakan pelatihan dan pembelajaran kepada ibu ibu PKK mengenai olahan ikan yang banyak dijumpai di sekitar pantai Sadeng.

“Salah satu sumber Omega-3 yang mudah ditemui di daerah Girisubo adalah ikan tuna. Ikan ini mudah untuk didapatkan dan juga harganya terjangkau. Dengan mengkonsumsi ikan tuna kita bisa mendapatkan manfaat seperti menyehatkan jantung , menjaga kesehatan reproduksi, menurunkan tekanan darah tinggi, menyehatkan mata, meningkatkan daya tahan tubuh dan lain sebagainya”.

“Karen Ansel, R.D., juru bicara untuk Academy of Nutrition and Dietetics, menyatakan bahwa tuna dan salmon merupakan jenis ikan dengan kandungan nutrisi terbaik”,  demikian disampaikan Wiwit Rahayu, S.P.,M.P., selaku dosen Agribisnis FP UNS dalam penyampaian  materi mengenai kandungan gizi Ikan Tuna kepada ibu ibu PKK desa Pucung.

Kandungan nutrisi yang baik pada ikan tuna menjadikan konsumen harus mengerti cara mengolah ikan yang baik. Cara/teknik berproduksi yang baik dan benar untuk menghasilkan produk yang benar memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengolah produk perikanan yangg aman dan bermutu yaitu:

  1. Seleksi Bahan Baku
  2. Penanganan & Pengolahan
  3. Penanganan dan Penggunaan Bahan Tambahan, Bahan Penolong dan Bahan Kimia
  4. Pengemasan
  5. Penyimpanan

Kunci seluruh proses kegiatan pengolahan yang baik adalah kebersihan baik itu bangunan, alat, bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian produk olahan” ucap R. Baskara Katri Anandito, S.T.P., MP., dosen Ilmu Pangan Fakultas Pertanian UNS.

Dr. Umi Barokah, S.P.,M.P. selaku dosen Agribisnis FP UNS, menambahkan bahwa setelah masyarakat mampu untuk mengolah ikan tuna menjadi produk olahan ikan, maka pemasaran diperlukan untuk melakukan kegiatan bisnis yang sedang dimulai. Pemasaran sendiri adalah merupakan serangkaian proses yang dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai tujuan untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan memberi suatu nilai kepada pelanggan dan juga selalu menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan.

“Dalam manajemen pemasaran, bauran pemasaran seperti diferensiasi dan pengembangan produk, pricing, pendistribusian, promosi, seluruh proses dan pengemasan produk, pelaku usaha, alur aktifitas, keinginan konsumen, biaya produksi serta komunikasi kepada konsumen menjadi satu kesatuan yang harus diperhatikan. Era dunia digital seperti sekarang, promosi melalui dunia digital seperti melalui facebook, instagram, e-commers, dan website menjadi kunci promosi yang mudah menjangkau konsumen” tegas Dr. Umi Barokah, S.P.,M.P,  saat menyampaikan materi.

Selain melakukan kegiatan pemberian materi, tim PKM UNS juga melakukan pelatihan dengan meberikan beberapa alat pendukung kepada ibu ibu PKK di desa Pucung berupa Freezer 100L, meat grinder, food processor, panci presto, dan vacuum sealer.   Pelatihan yang dilakukan berupa  pembuatan olaha ikan tuna seperti tahu bakso tuna, nugget tuna, dan krupuk tuna.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami ibu ibu di daerah dekat pesisir karena mampu memberikan ide agar kami bisa mendapat pendapatan lebih” kata  Dewi, salah satu peserta pelatihan.