Mahasiswa UNS Berdayakan PKK Melalui Kegiatan Ekonomi Kreatif Pengolahan Potensi Lokal Di Desa Kragan
Thursday, 28 October 2021 117 View

Mahasiswa UNS Berdayakan PKK Melalui Kegiatan Ekonomi Kreatif Pengolahan Potensi Lokal Di Desa Kragan

Ekonomi kreatif digadang-gadang menjadi salah satu pondasi dalam perekonomian nasional. Industri rumahan menjadi pilihan bagi masyarakat indonesia dalam melaksanakan roda perekonomian terkhususnya kalangan kelompok PKK. Ibu-ibu penggerak PKK dipilih karena sebagai garda terdepan dalam organisasi kemasyarakatan bagi kesejahteraan keluarga di Indonesia.  Khususnya pada saat ini masyarakat yang sedang berjuang memperbaiki perekonomian pasca pandemi COVID-19.

Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) Himpunan Mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (HM Pelita) UNS yang beranggotakan 15 orang telah merealisasikan salah satu kegiatan ekonomi kreatif pelatihan pengolahan hasil potensi lokal desa bersama ibu-ibu PKK. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar (2/10/2021).

Pemberdayaan ekonomi kreatif ini selaras dengan program kerja yang telah diajukan oleh tim PHP2D HM Pelita UNS 2021. Selama pandemi Covid-19, kegiatan Ibu-ibu PKK Desa Kragan masih pasif dan hampir tidak ada. Adanya kegiatan ini, diharapkan mampu mengembalikan rutinitas kegiatan PKK dimasa new normal.

Menurut Hanif Fakhri Suryono salah satu anggota dari Tim PHP2D HM Pelita UNS menuturkan, melalui program pemberdayaan ini, dapat meningkatkan taraf hidup ibu-ibu PKK di Desa Kragan.

“Pendanaan dari Kementerian Pendidikan Riset Kebudayaan dan Teknologi (Kemenristek) menjadi batu loncatan bagi Tim PHP2D HM Pelita dan ibu-ibu PKK Desa Kragan untuk mengembangkan potensi-potensi desa khususnya dalam pembuatan olahan pangan berbahan dasar lele yaitu nugget lele dan lele terbang”.

Produk olahan pangan organik tanpa bahan pengawet ini mengadopsi teknologi penggunaan vacuum sealer yang dapat menjaga keawetan produk makanan hingga 3 bulan.

Olahan produk lele dipilih, karena Desa Kragan memiliki potensi khusus dari budidaya ikan lele yang dibudidayakan di lokasi wisata desa. Menurut penjelasan dari Pak Eko Wulandaru selaku Sekretaris Desa Kragan, ikan lele yang dibudidayakan di kolam bioflok memiliki hasil yang cukup melimpah, namun pihak pengelola kesulitan dalam pemasaran ikan lele di wilayah sekitar desa. Ikan lele yang hanya dijual mentah memiliki nilai jual yang kurang ekonomis.

Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan nilai jual lele dengan menambah nilai jual lele melalui inovasi pengolahan pasca panen. Produk olahan lele menjadi nugget lele dan lele terbang cukup membuat nilai jual lele menjadi tinggi. Nugget lele diberi harga Rp. 15.000 per 250 gram, dan lele terbang diberi harga Rp. 20.000  per 500 gram. Harga tersebut terbukti menambah nilai jual lele dibanding dengan harga lele mentah di pasaran wilayah sekitar yang hanya berkisar Rp. 16.000 - Rp. 20.000 per kilo.

Kini kegiatan pemberdayaan oleh Tim PHP2D telah berjalan 2 bulan dan sudah berada di tahap monitoring produksi dan pengurusan P-IRT. Harapan kami, ibu-ibu Desa Kragan dapat melakukan produksi mandiri dan berkelanjutan. “Kegiatan yang telah berjalan adalah bentuk sinergitas antara mahasiswa dan masyarakat, saling belajar dan menabur kebermanfaatan”, Ujar Nuzul Asti Rezauji, salah satu tim mahasiswa.