Mahasiswa FP UNS Bikin MEWARNA Masker Kain Ecoprint Warna Alam
Tuesday, 21 September 2021 67 View

Mahasiswa FP UNS Bikin MEWARNA Masker Kain Ecoprint Warna Alam

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Solo membuat produk masker kain ecoprint dengan pewarna alam. Masker yang diberi merek MEWARNA ini mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan masker kain pada umumnya. Kelebihan itu adalah bahan dasar kain katun yang terbuat dari serat alam, warna dan motif pada masker tercipta dari teknik ecoprint, dan produk yang terbatas duplikat motifnya atau limited edition.

Selain itu desain masker ecoprint itu tiga dimensi yang dibuat senyaman mungkin untuk semua kalangan pengguna masker, terutama untuk mereka yang berkacamata. Karet elastis yang diberi stopper membuat masker kain MEWARNA ini adjustable yang bisa diubah menjadi earloop maupun headloop.

Kemudian kemasan yang digunakan ramah lingkungan. Produk memiliki website mengenai ecoprint yang dapat diakses oleh pembeli dan masyarakat umum dan dipasarkan secara online.

Masker ini diharapkan dapat meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan masker medis dan pewarna kimia pada masker kain. Masker alam ini ramah lingkungan sehingga kelestarian lingkungan dapat terus terjaga. 

“MEWARNA dibuat dari kain katun dan menggunakan pewarna alami ramah lingkungan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga tidak memiliki dampak negatif bagi lingkungan,” ujar Wendy Yoga Artananda, salah satu tim dari Program Studi Agribisnis.

Pencemaran Lingkungan

Masker kain alami ini lahir dari Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) Bidang Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Produk masker kain ecoprint dengan pewarna alam dibuat menyusul krisis kesehatan akibat penularan Covid-19 atau virus corona.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi atau penularan virus adalah dengan mewajibkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan berupa menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Seiring dengan berjalannya waktu, limbah medis terutama masker sekali pakai saat pandemi ini cenderung meningkat. Dampak limbah masker medis terhadap kesehatan terjadi karena terpapar dengan sampah yang infeksius, asap pembakaran sampah, dan bau yang ditimbulkan.

Selain itu, penggunaan pewarna tekstil yang cenderung meningkat seiring penggunaan masker kain secara intensif dapat berdampak pada pencemaran lingkungan khususnya ekosistem sungai. Oleh karena itu, keberadaan masker kain merupakan solusi bagi pengurangan jumlah limbah medis tersebut.

Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis, dan Informasi FP UNS, Dr. Agung Wibowo, mengatakan Progam Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan ini sebagai media untuk menumbuhkan wirausaha baru mahasiswa. Nantinya produk mahasiswa ini dikembangkan dengan program inkubator bisnis yang mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari UNS dan mitra bank untuk akses kredit lunak.

 

Pemasaran

“Selain itu sejalan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, kegiatan tersebut nantinya juga sebagai salah satu indikator capaian MBKM, yakni meningkatnya jumlah lulusan yang menjadi wirausaha,” ujarnya.

Rencana pemasaran produk MEWARNA dilakukan melalui Instagram sebagai platform utama serta TikTok dan website sebagai platform pendukung. MEWARNA dapat dipesan dengan mengakses barcode yang tersedia pada kemasan atau melalui platform Instagram dan Shopee. Melalui analisis pada perusahaan sejenis, MEWARNA dikatakan layak dari sisi finansial.

Rancangan usaha pembuatan masker ecoprint ini dirintis oleh Annindhitya Pradhini Intan K. S. P. (Prodi Pengelolaan Hutan), Alvianto Putro Yuwono (Prodi Pengelolaan Hutan), Muhammad Fajrur Rifqi (Prodi Pengelolaan Hutan), Isnaeni Sri Wahyuti (Prodi Ilmu Tanah), Wendy Yoga Artananda (Prodi Agribisnis). Mereka di bawah bimbingan Rezky Lasekti Wicaksono, S. Hut., M. Sc, dosen Program Studi Pengelolaan Hutan FP UNS.

 

artikel ini juga di muat di Solopos.com : Download