FP UNS Seminarkan Penguatan Ketahanan Masyarakat melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna
Wednesday, 01 December 2021 217 View

FP UNS Seminarkan Penguatan Ketahanan Masyarakat melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna

Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat ke-1 dengan tema “Penguatan Ketahanan Masyarakat dalam Menghadapi Era New Normal melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna”. Acara ini diselenggarakan pada Selasa, 30 November 2021 pukul 08.00 WIB melalui platform Zoom dan disiarkan langsung di Youtube. Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat ke-1 yaitu Ida Rumia Manurung, S.P., M.Agr. Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng. Seminar dipandu oleh moderator Dr. Suminah, M.Si. Turut hadir jajaran dekanat serta dosen-dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, serta diikuti oleh peserta umum, baik dari akademisi, balai penelitian, instansi pertanian dan pemerintah serta masyarakat umum.

 

Tampil sebagai keynote Speaker dalam seminar nasional pengabdian kepada masyarakat ini adalah   Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof Dr. Ir. Samanhudi, SP, M.SI, ASEAN Eng dengan mengangkat tema “Peran Perguruan Tinggi Pertanian Dalam Penguatan Ketahanan Masyarakat Menghadapi Era New Normal”.  

Dalam paparannya Prof. Samanhudi yang juga sebagai Sekretaris Sekjen Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) menyampaikan besarnya peran dan potensi yang dimiliki oleh perguruan tinggi pertanian Indonesia dalam ikut serta dalam penguatan ketahanan pangan masyarakat diantaranya adalah perguruan tinggi pertanian Indonesia memiliki SDM mahasiswa yang berlimpah; jumlah perguruan tinggi pertanian di Indonesia sangat banyak; adanya program MBKM; Program Kementan bisa melibatkan mahasiswa pertanian, serta perlunya sinergi antara Kementan dengan FKPTPI.

Selanjutnya Prof. Samanhudi menyampaikan saran dan solusi dalam penguatan ketahanan  pangan yaitu mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memetakan kantong-kantong produksi pangan serta distribusi dan logistiknya; mendorong pemerintah memanfatkan lahan terlantar untuk produksi pangan; mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan umbi-umbian dll; mendorong petani untuk berkolaborasi dengan toko online dalam pemasaran produknya.         

Acara dilanjutkan oleh narasumber 1 oleh Ir. Widiyanti, M.Si. selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten menyampaikan materi yang bertema mempercepat pemulihan ekonomi untuk mewujudkan daya saing daerah berbasis SDM yang berkualitas. Disampaikan bahwa beberapa program mengenai akselerasi pemulihan ekonomi untuk mewujudkan daya saing daerah melalui beberapa program yang berkaitan dengan pengabdian seperti pengelolaan sumberdaya ekonomi dan kedaulatan pangan, membangun cadangan pangan di desa dengan optimalisasi pekarangan, budidaya ikan, mengakselerasi melalui generasi milenial dengan usaha ekonomi produktif, serta penyuluhan di bidang peningkatan kapasitas kelembagaan penyuluhan, kemudian pengembangan produk unggul di daerah.

Narasumber 2 yaitu Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si. selaku Sekretaris Direktorat Jendral Hortikultura yang menyampaikan materi mengenai penerapan teknologi pertanian tepat guna mendukung ketahanan pangan/masyarakat di era new normal. Walaupun dalam era pandemi, produktivitas harus tetap ditingkatkan, bahkan melalui berbagai strateginya seperti meningkatkan produksi, diversifikasi pangan lokal, peningkatan pertanian modern melalui petani milenial, serta gerakan tiga kali ekspor, pengembangan melalui food estate yang bisa dikolaborasikan dengan perguruan tinggi.

Selanjutnya narasumber 3 yaitu Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si. selaku reviewer pengabdian nasional Kemendikbud yang menyampaikan materi mengenai peningkatan kapasitas civitas akademika perguruan tinggi dalam menerapkan teknologi tepat guna kepada masyarakat secara efektif dan berkelanjutan di era new normal. Materi terkait tentang perlunya kolaborasi dan sinergi antara akademisi, perguruan tinggi, masyarakat, dan stakeholder yang lain mengenai bagaimana meningkatkan keberdayaan masyarakat. Hasil-hasil riset perlu dihilirisasi ke masyarakat, dimana ketika menghilirisasi tersebut tidak boleh coba-coba, tetapi harus memberikan yang terbaik dan meyakinkan sehingga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat. Dibahas pula mengenai program pengabdian yang dapat ditindaklanjuti oleh para akademisi, yaitu teknik dan alat kesehatan, green economy, pariwisata, blue economy, dan teknologi digital.

Narasumber 4 yaitu Ir. Asep Harpenas selaku R&D Director PT. East West Seed Indonesia yang menyampaikan materi mengenai teknologi tepat guna dalam industri perbenihan. Ewindo melayani petani dengan beberapa kebijakan melalui pendekatan push, pull, policy. Dalam menyiapkan benih yang berkualitas untuk masyarakat ewindo memiliki beberapa divisi diantaranya R&D, genetic resources, breeding, plant pathology, molecular biology, sales marketing dan digital hub.

Narasumber terakhir, yaitu Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P. selaku Dosen Fakultas Pertanian UNS yang menyampaikan materi mengenai variasi teknologi tepat guna bidang pertanian dan potensi penerapannya untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani di era new normal. Pada kondisi pandemi saat ini, masyarakat harus less contact, tetapi dalam pertanian masih banyak permasalahan seperti lahan yang sempit, cuaca, pasar yang tidak sesuai mutu dan lain sebagainya. Permasalahan tersebut diatasi secara adaptif dan inovatif seperti membangun generasi milenial di bidang pertanian (modern farming dan smart farming) serta pertanian presisi, sedangkan di bidang peternakan teaching factory farm, ada banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan unruk mendukung pertanian modern. Setelah semua materi disampaikan oleh narasumber, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta kepada semua narasumber. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat yang ditujukan untuk semua narasumber.

link Youtube : download