FP UNS Selenggarakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat dan CSR Ke-2
Thursday, 20 October 2022 116 View

FP UNS Selenggarakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat dan CSR Ke-2

Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat dan CSR Ke-2 dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045”. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat dan CSR Ke-2 ini menampilkan berbagai hasil pengabdian kepada masyarakat guna memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis yang menambah wawasan dan aplikatif. Pengabdian kepada masyarakat mendorong untuk lebih peduli dan memberi solusi atas permasalahan di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi Fakultas Pertanian UNS dalam peranannya mendiseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat untuk kemajuan bangsa.

Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 20 Oktober 2022 pukul 08.00 WIB melalui platform Zoom dan disiarkan langsung di Youtube Fakultas Pertanian UNS. Acara diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana menyelenggarakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat dan CSR Ke-2 yaitu Yus Andhini Bhekti Pertiwi, S.Hut., M.Sc., Ph.D. Kemudian, dilanjutkan sambutan dan pembukaan oleh Rektor Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Rektor UNS juga menyampaikan bagaimana Membangun Sinergi antara Perguruan Tinggi dan Stakeholder dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan. Seminar dipandu oleh moderator Dr. Ir. Muji Rahayu, S.P., M.P. Turut hadir jajaran dekanat serta dosen-dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, serta diikuti oleh peserta umum, baik dari akademisi, balai penelitian, instansi pertanian, dan pemerintah serta masyarakat umum.

Acara dilanjutkan oleh narasumber pertama selaku keynote speaker, yaitu Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, S.E., B.Econ, M.M. yang menyampaikan materi dengan tema “Optimalisasi Potensi Daerah untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat”.  Bupati Purbalingga menyampaikan bahwa setelah panen, Pemda Kab. Purbalingga memberikan fasilitas bagi petani dan UMKM, diantaranya berupa suku bunga, kredit mawar (kredit melawan rentenir), asuransi pertanian (AUTP dan AUTS), pasca panen melalui PD. Puspahastama, dan pemasaran (toko petani). Selain itu, Pemda Pubralingga juga memiliki program Petani Millenial Purbalingga untuk memperdayakan dan memfasilitasi kelompok petani millenial yang mana kualitas unggulannya adalah kopi.

Narasumber selanjutnya, yaitu Natalas Anis selaku Direktur Utama Perhutani yang digantikan oleh Bapak Natalis Anas Harjanto selaku Direktur Operasi dan Perhutanan Sosial Perum Perhutani. Beliau menyampaikan materi dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan”. Beliau menjelaskan bahwa Perhutani mendukung program Sustainable Development Goals dan membantu dalam isu ketahanan pangan Indonesia agar tetap stabil dan merata serta berkontribusi terhadap neraca sembilan bahan pokok Indonesia. Perhutani melakukan kolaborasi ketahanan pangan dengan skema agroforestri dengan masyarakat desa hutan, meliputi tebu mandiri, porang, jagung, padi, singkong, kedelai, dan kopi, serta melakukan pengembangan multi usaha kehutanan. Di samping itu, Perhutani melakukan kolaborasi untuk meningkatkan ketahanan pangan (Program Makmur) dengan berbagi peran dengan banyak aktor yang terlibat. Sekolah lapang juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas budidaya dan usaha kopi, agar petani tidak bekerja di hulu saja, tetapi paham sampai hilir.

Selanjutnya, narasumber ke-3 Ir. Yuris Tiyanto, M.M. selaku Direktur Aneka Kacang & Umbi, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian yang menyampaikan tema tentang “Diversifikasi Pangan berbasis Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Lokal”. Talas, ubi jalar, ubi kayu, dan porang menjadi tanaman yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Keluhan petani kemudian ditanggapi oleh pemerintah dengan meningkatkan produksi kedelai atau tanaman pertanian lainnya. Ketahanan pangan Indonesia tahun ini stabil dan lebih tahan dengan negara lainnya. Hanya mengalami inflasi sebesar 4,94% pada bulan Juli 2020. Strategi pembangunan pertanian mendukung ketahanan pangan dan peningkatkan daya saing berkelanjutan. Untuk menekan inflasi Kementan meningkatkan produksi cabai dan bawang merah. Langkah pencegahan krisis pangan di Indonesia, yaitu mempercepat musim tanam dan stimulus petani, mengoptimalisasi lahan produksi, menjamin ketersediaan air, dan menggunakan pupuk organik berbasis kearifan lokal.

Narasumber selanjutnya adalah Dr. Ir. Jumadi, M.MT selaku Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur menyampaikan materi dengan tema “Pemanfaatan Hutan Rakyat untuk mendukung Ketahanan Pangan melalui Agroforestri”. Dishut Jatim melakukan kelembanggaan dengan berbagai pihak melalui berbagai program, salah satunya, yaitu Nawa Bhakti Satya. Agroforestri menjadi salah satu pilihan dalam misi ekonomi dan ekologi serta mitigasi perubahan iklim. Pemanfaatan hutan tidak hanya hasil kayu, tetapi juga hasil hutan bukan kayunya. Contohnya, hutan rakyat berbasis agroforestri, budidaya madu, olahan porang, gula aren, dan kopi hutan. Walaupun begitu, aspek ekonomi, ekologi, dan sosial menjadi fokus utama yang perlu diperhatikan.

Selain itu, seminar ini juga dihadiri oleh 84 peserta yang bertindak selaku pemakalah yang mempresentasikan hasil pengabdian masyarakatnya, dari kalangan perguruan tinggi, balai penelitian, dan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan kehutanan dari seluruh Indonesia. Dalam seminar ini, makalah yang dipresentasikan dapat dikelompokkan menjadi 12 sub tema yaitu 1) Sumber Daya Lahan dan Air, 2) Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan, 3) Sumber Daya Peternakan, 4) Sosial Ekonomi Pertanian, 5) Keamanan dan Ketahan Pangan, 6) Teknologi Produksi Tanaman dan Pasca Panen, 7) Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman, 8) Sumber Daya Hutan dan Agro-ecotourism, 9) Bioteknologi Pertanian, 10) Program Kemitraan Masyarakat dan CSR, 11) Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan UMKM Bidang Pertanian.

link Youtube : download