Fakultas Pertanian UNS Jadi Jujugan Studi Banding
Friday, 17 December 2021 86 View

Fakultas Pertanian UNS Jadi Jujugan Studi Banding

Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Solo kebanjiran studi banding atau penolokukuran (benchmarking). Kali terakhir, FP UNS kedatangan tiga fakultas pertanian dari Universitas Udayana Bali, Universitas Tanjungpura Pontianak, dan Universitas Bengkulu pada Selasa (14/12/2021) dan Kamis (16/12/2021).

Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis dan Informasi FP UNS, Dr. Agung Wibowo mengatakan FP UNS dinilai unggul dalam publikasi internasional dan prestasi kemahasiswaaan. Prestasi tersebut yang membuat FP UNS jadi jujugan benchmarking dari universitas lain di Indonesia.

Dekan FP Universitas Udayana (Unud) Dr. I Nyoman Gede Ustriyana, menyampaikan empat hal dalam studi banding itu, yakni implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), publikasi ilmiah, prestasi mahasiswa, dan pengelolaan jurnal.

Selain dekan dan wakil dekan, rombongan tersebut juga terdiri atas beberapa perwakilan koordinator program studi, tim penjaminan mutu, koordinator tata usaha, dan sub koordinator serta beberapa tenaga kependidikan.

Kunjungan diterima oleh Dekanat FP UNS beserta organ tim pendukung fakultas (kepala program studi, Unit Kerja sama dan BPU, Unit Magang dan CDC, Unit Penjaminan Mutu dan Koordinator Penelitian dan Pengabdian Fakultas Pertanian.

Dekan FP UNS, Prof. Samanhudi, dalam kesempatan tersebut mempresentasikan mulai dari visi dan misi Fakultas Pertanian, kondisi SDM, kinerja publikasi dosen, dan berbagai aktivitas penyelenggaraan rutin international conference, seminar nasional, prestasi mahasiswa dan alumni, dan berbagai kegiatan kerja sama dengan industri dalam rangka pengembangan bisnis dan juga sebagai mitra dalam MBKM.

Sementara itu, rombongan FP Universitas Bengkulu (Unib) dan Universitas Tanjungpura (Untan) mendiskusikan kurikulum dan tata Kelola jurnal. Dalam kunjungan tersebut pimpinan rombongan dari FP Unib, Prof. Ketut Sukiyono, lebih fokus pada kurikulum program magister sedangkan FP Untan lebih menekankan pada tata kelola jurnal.

Pada kesempatan tersebut Dr. Maswadi dari Untan berkeinginan menyelenggarakan serangkaian kegiatan workshop tentang pengelolaan jurnal dengan mendatangkan narasumber dari UNS. Hal ini karena 9 jurnal FP UNS tetap eksis, 1 jurnal terindeks Scopus, 7 jurnal terakreditasi nasional, dan hanya 1 jurnal yang belum terakreditasi nasional (sedang proses akreditasi).

Berdasarkan hasil sharing informasi dan diskusi yang berkembang, ketiga inistitusi tersebut sepakat menjalin kerja sama dalam MBKM, pengelolaan jurnal, serta penyelenggaraan kegiatan kolaborasi penelitian bersama dengan industri. Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi dan MBKM.

 

berita ini juga tayang di Solopos.com : download