header-int

UNS Kukuhkan Prof. Adi sebagai Guru Besar Nutrisi Ternak Unggas dan Non Ruminansia

Kamis, 17 Des 2020, 09:02:37 WIB - 78 View
Share
UNS Kukuhkan Prof. Adi sebagai Guru Besar Nutrisi Ternak Unggas dan Non Ruminansia

Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) menambah Guru Besar baru pada Program studi Peternakan. Prof. Dr.sc.agr. Adi Ratriyanto, S.Pt., MP dikukuhkan sebagai guru besar  bidang ilmu Nutrisi Ternak Unggas dan Non Ruminansia pada Rabu (16/12/2020) secara luring dan daring di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

Prof. Dr.sc.agr. Adi Ratriyanto, S.Pt., MP. yang merupakan Guru Besar ke-31 FP dan ke-229 UNS menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul `Pendekatan Nutrisi dalam Produksi Ternak Unggas Menghadapi Heat Stress pada Era Tanpa Antibiotik`. Prof. Dr.sc.agr. Adi Ratriyanto, S.Pt., MP. mengatakan, ada dua hal utama yang menarik terkait dengan produksi ternak unggas di Indonesia. Pertama adalah iklim tropis di Indonesia dengan temperatur tinggi dan yang kedua adalah pelarangan penggunaan antibiotik dalam pakan ternak. 

Unggas termasuk jenis ternak homeotherm dengan temperatur optimal berada pada kisaran 18-22°C. Tingginya temperatur lingkungan, apalagi ditunjang oleh perubahan iklim dan pemanasan global, menyebabkan ternak unggas mengalami gangguan termoregulasi untuk pelepasan panas dari tubuh, yang akhirnya dapat menyebabkan terjadinya heat stress. Heat stress ini dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dan imunitas tubuh. Ternak unggas mulai menunjukkan tanda-tanda heat stress pada temperatur 27°C. Semakin tinggi temperatur lingkungan, maka tingkat heat stress semakin parah yang ditandai dengan meningkatnya respirasi secara evaporatif , karena proses pembuangan panas tubuh melalui radiasi, konveksi, dan konduksi sudah tidak efisien. Akibat lebih lanjut adalah terjadinya penurunan performa ternak yang dapat menyebabkan kerugian secara ekonomis.

Upaya mengatasi dampak heat stress ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, misalnya melalui perbaikan manajemen budidaya, dengan menyediakan kandang tertutup yang microclimate-nya dapat diatur. Upaya lain adalah dengan mengoptimalkan densitas kandang, sehingga tidak terjadi akumulasi panas berlebihan. Dan dapat juga dengan melakukan modifikasi kandungan nutrien pakan.

“Melalui upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat diperoleh performa ternak dan kualitas produk ternak seperti daging dan telur yang baik,” ujar Prof. Adi. Perbaikan performa ternak ini juga diharapkan sejalan dengan meningkatnya performa dan kesejahteraan peternak sebagai ujung tombak budidaya perunggasan di Indonesia. Selain itu, perbaikan produktivitas dan kualitas produk ternak unggas juga sangat penting bagi tersedianya bahan pangan hewani yang dapat mendukung kesehatan masyarakat, terutama pada era pandemi Covid-19 saat ini.

 

Prosesi Pengukuhan dapat disaksikan via Youtube download


Video Terkait :

| FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET| COPYRIGHT © 2020. ALL RIGHTS RESERVED.
© 2021 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Follow Fakultas Pertanian UNS : Facebook Instagram Twitter Linked Youtube