header-int

Tanaman Hias Bisnis yang Tetap Eksis di Masa Pandemi

Kamis, 22 Apr 2021, 09:06:56 WIB - 28 View
Share
Tanaman Hias Bisnis yang Tetap Eksis di Masa Pandemi

Rabu, 21 April 2021 Fakultas Pertanian UNS menggelar webinar dengan mengangkat tema “Budidaya Tanaman Hias dan Hortikultura”. Webinar ini merupakan webinar seri-2  dalam rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-45 UNS  pada Fakultas Pertanian UNS.

Webinar menghadirkan narasumber Dr. Ir. Eddy Tri Haryanto , MP (Prodi Agroteknologi FP UNS) dengan mengangkat topik “Teknik Budidaya Tanaman Hias Keladi ”; Dr. Ir. Joko Sutrisno, MP (Prodi Agribisnis FP UNS) dengan topik “Manajemen Usaha Tanaman Hias”; dan Ir. Ghomsony dari PT. Hibrida Jaya Utama dengan topik “Seputar Usaha Tani Hortikultura”. Webinar diikuti oleh peserta dari Balai Penyuluh Pertanian , Dinas Pertanian, komunitas pecinta tanaman hias, akademisi, dan mahasiswa.

Webinar dibuka secara simbolis oleh Dekan FP UNS Prof. Dr. Ir. Samanhudi, SP, M.Si, IPM, Asean ENG, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tanaman hias dan hortikultura merupakan  salah satu komoditas yang penting dan menarik di tengah masyarakat dan tidak jarang menjadikan komoditas yang  diburu bagi masyarakat pecinta tanaman hias.  Dekan juga mengharapkan agar peserta dapat memanfaatkan webinar  ini  karena selain mengulas tentang budidaya tapi juga tentang manajemen dan pemasarannya. 

Tampil perdana mengantarkan materi tentang Budidaya Tanaman Hias Keladi Dr. Eddy Tri Haryanto, MP mengatakan bahwa budidaya tanaman hias bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha. “Tanaman hias sering menjadi fenomena yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha disamping sebagai hobi, penghias taman, penghias ruangan “.

Menurut  Dr. Eddy  bahwa Indonesia merupakan salah negara yang punya potensi  dalam hal keanekaragaman hayati. “Indonesia merupakan negara yang termasuk kaya akan sumber keanekaragaman hayati, kita lihat flora kita 15,5 % flora yang ada di dunia ada di Indonesia “.

“Ini menunjukkan bahwa kita memmpunyai  kekayaan akan sumber hayati yang belum banyak dimanfaatkan oleh kita, dan bisa dimanfaatkan sebagai  sumber kekayaan plasma nutfah untuk menciptakan varietas baru dan varian-varian baru yang tentu saja akan dihasilkan sesuatu yang unggul”.  Untuk penciptaan varian baru pada tamanan hias ada 3 hal yang perlu dilakukan antara lain hibridisasi, persilangan dan varigata.

Dr. Eddy juga menyampaikan mengenai peluang pasar tanaman hias bila dilihat dari aspek pasar dalam negeri dipengaruhi beberapa hal yaitu kondisi iklim tropis Indonesia; peningkatan perekonomian masyarakat;  berkembangnya property; keberadaan rental tanaman hias ; dan adanya taman kota. Sedangkan dari aspek pasar luar negeri maka dipengaruhi oleh adanya peningkatan permintaan pasar luar negeri.

Sementara itu Dr. Ir. Joko Sutrisno, MP menyampaikan materi dari sisi kajian ekonominya dengan mengangkat tema  Manajemen Usaha Tanaman Hias Tetap Eksis di Masa Pandemi. Dalam kesempatan tersebut Dr. Joko Sutrisno menyampaikan bahwa salah satu bisnis yang tetap eksis bahkan semakin berkembang pada saat pandemi adalah usahata tanaman hias (florikultura).  Penyebabnya adalah tanaman hias mempunyai nilai manfaat bagi manusia diantaranya adalah nilai estetika dan eksotika; banyaknya aktifitas di rumah karena masa pandemi sehingga aktifitas berkebun menjadi pilihannya; menjadi tren masyarakat; bisnis tanaman hias cukup menjanjikan.  

 

 Dr. Joko Sutrisno juga memberikan tips pilihan bila akan terjun di dunia bisnis tanaman hias bidang apa saja yang bisa dimulai antara lain

  1. Bidang usaha sarana produksi meliputi sarana pruduksi berupa pot, pupuk , media tanam dll;
  2. Breeder, penghasil varian baru
  3. Seedler, peghasil benih dan bibit
  4. Grower, membesarkan tanaman hias yang ada
  5. Rental , usaha jasa menyewakan tanaman hias

 

Sedangkan pemateri  terakhir adalah Ir. Ghomsony dari PT. Hibrida Jaya Utama dengan materi Seputar Usaha Tani Hortikultura.  Dalam hal keberhasilan usahata tani hortikultura Ir. Ghomsony menyampaikan beberapa faktor yang mempengaruhinya diantaranya adalah  iklim yang tidak menentu; perkembangan dan perubahan pola serangan hama dan penyakit; kebijakan import pangan; fluktuasi harga; dan pengurangan pupuk subsidi dari pemerintah.   

Senada dengan Dr. Joko Sutrisno, Ir. Ghomsony juga mengemukakan bahwa  peluang usaha tani hortikultura juga bisa dimulai dari bidang sarana produksi atau bidang hasil tanaman itu sendiri.

 

Link Youtube : download


Video Terkait :

| FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET| COPYRIGHT © 2020. ALL RIGHTS RESERVED.
© 2021 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Follow Fakultas Pertanian UNS : Facebook Instagram Twitter Linked Youtube