header-int

Penyuluhan Kreatif Penyongsong Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 22 Mar 2021, 11:43:30 WIB - 69 View
Share
Penyuluhan Kreatif  Penyongsong Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian UNS, Minggu 21 Maret 2021 menggelar webinar nasional dengan mengangkat tema “Penyuluhan Kreatif Sebagai Penyongsong Pembangunan Pertanian Berkelanjutan”. Webinar dilaksanakan secara virtual dengan memanfaatkan aplikasi Zoom dan Youtube dan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santoso, MS (IPB) dengan mengangkat topik “Penyuluhan Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0” ; Dr. Agung Wibowo, SP, M.Si (FP UNS) “Strategi Menumbuhkan Jiwa Kreatif dan Inovatif Generasi Milenial Dalam Penyuluhan Kreatif” ; Dr. Ir. Lely Nuryati, M.Sc (Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian) dengan topik “Penguatan dan Adaptasi SDM Melalui Penyuluhan Kreatif” ; Alia Bihrajihant Raya, SP, MP, Ph, D (UGM) “; dan Eko Haryanto, SP (Pengusaha Agribisnis) dengan topik”Kemitraan Agribisnis Sebagai Pendukung Penyuluhan Berkelanjutan”.

Webinar dibuka oleh Wakil Rektor  Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, MS. Dalam sambutannya Prof. Ahmad Yunus mengemukakan betapa pentingnya peran penyuluh pertanian “Peran penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam pembangunan petani di Indonesia, oleh karena itu peran penyuluh pertanian dari kawan-kawan yang bergerak di bidang ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian tentunya tidak henti-hentinya menelorkan metode-metode jitu.”

Prof. Ahmad Yunus juga menyoroti kurang kontinuitas dalam pelaksanaan penyuluhan kepada para petani, dicontohkan oleh beliau bahwa mahasiswa dari program Diploma 2 sampai dengan S3 selalu ada pembimbing /pendamping yang bertugas mendampingi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir, sedangkan para petani yang notabene tingkat pendidikan yang rendah dan tidak mendapatkan pembimbingan dan pendampingan yang intensif, sehingga berdampak pada tidak maksimalnya dalam mengimplementasikan ilmu di lapangan dan berdampak pada kurangnya produksi.  Selanjutnya Prof. Ahmad Yunus mencontohkan model penyuluhan dan pedampingan kepada petani yang ada di Jepang dilaksanakan tidak hanya sampai pada produksi saja, tapi sampai dengan  dengan proses pemasarannya .

Tampil pertama dalam menyampaikan presentasi Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santoso, MS menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi informasi dibidang pertanian untuk dapat survive pada masa revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini.

Sedangkan  Dr. Ir. Lely Nuryati, M.Sc menyampaikan pentingnya penyuluhan yang kreatif untuk ditekankan pada perubahan perilaku petani untuk mendorong produktivitas. Dan Pertumbuhan petani milenial dapat dilakukan dengan adanya pelatihan, pemberdayaan dan juga branding.

Untuk menjadi penyuluh yang kreatif harus memiliki 10 prinsip  dasar pola pikir kreatifitas dan mengelola generasi muda kreatif harus melalui berbagai cara yang jitu, demikian disampaikan Dr. Agung Wibowo.

Pengusaha Eko Haryanto menyoroti pentingnya penyuluh pertanian perlu memilki paradigma baru dan harus mempunyai karakter yang inovatif, fleksibel, rasa ingin tahu yang tinggi dan interaksi media sosial.

   

Link Youtube : download

 


Video Terkait :

| FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET| COPYRIGHT © 2020. ALL RIGHTS RESERVED.
© 2021 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Follow Fakultas Pertanian UNS : Facebook Instagram Twitter Linked Youtube