header-int

FP UNS Programkan Zero Waste Mengolah Sampah Tanpa Masalah

Kamis, 08 Apr 2021, 09:41:20 WIB - 36 View
Share
FP UNS Programkan  Zero Waste Mengolah Sampah Tanpa Masalah

Fakultas Pertanian UNS, Rabu, 7 April 2021 melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengangkat tema “Green Campus Zero Waste Fakultas Pertanian UNS”. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini masih merupakan rangkaian dari kegiatan Dies Natalis ke-45 UNS dan dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan platform Zoom dan Youtube.

Pengabdian kepada masyarakat menghadirkan narasumber antara lain Muhammad Muslim (Komunikasi dan Literasi PT. Pegadaian); Prof. Dr. Ir. MMA Retno Rosariatuti, M.SI (Tim Green Kampus FP UNS); dan Dwi Ishartani, STP, M.SI (Prodi ITP FP UNS).  Pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh peserta terdiri dari pengelola sekolah Adiwiyata se-Surakarta; Dinas Lingkungan Hidup; pengelola bank sampah se- Surakarta; penggiat lingkungan serta mahasiswa. 

Pengabdian kepada masyarakat dibuka oleh Dekan FP UNS Prof. Dr. Ir. Samanhudi, SP, M.Si, IPM, ASEAN Eng. Dalam kesempatan tersebut dekan menyampaikan bahwa Fakultas Pertanian UNS baru saja meluncurkan program bank sampah hasil kerjasama dengan PT. Pegadaian. Dekan juga berharap agar bank sampah yang berada di FP UNS bisa menjadikan contoh pengelolaan sampah bagi kampus yang lain.

“kami mempunyai komitmen yang kuat dalam hal ini dan kami mempunyai keinginan mudah-mudahan sistem pengolahan sampah kampus utamanya di Fakultas Pertanian ini kita rintis menjadi contoh bagi pengelolaan sampah di kampus-kampus  yang lain atau di masyarakat”.

“Kita ingin bahwa lembaga pendidikan Fakultas Petanian UNS ini dapat mempelopori kegiatan tersebut sehingga kami berharap suatu saat nanti dari masyarakat , sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang lain berbondong-bondong belajar dan melihat ke Fakultas Pertanian UNS sebagaimana kita dapat melaksanakan program ini dengan baik sehingga suatu saat bisa dicontoh oleh instansi yang lain”.

Dekan juga memberikan apresiasi kepada PT. Pegadaian yang telah memberikan sumbangan dan bantuan peralatan dalam program bank sampah di Fakultas Pertanian UNS. “ Kami sangat didukung penuh oleh PT. Pegadaian baik di wilayah Solo Raya, Provinsi maupun di pusat yang memberikan berbagai bantuan kepada Fakultas Pertanian UNS untuk melaksanakan kegiatan tersebut dan kalau kami boleh meminjam jargon atau tagline-nya PT. Pegadaian “Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah”, sehingga kami kalau boleh meminjam istilah itu maka kita  akan  juga bisa menerapkan “Mengolah Sampah Tanpa Masalah”, demikian ditambahkan Dekan.

Tampil pertama menyampaikan materi adalah Muhammad Muslim tentang Literasi Pengelolaan Sampah, Memilah Sampah Menabung Emas.  Muslim menyampaikan berbagai permasalahan pengelolaan sampah yang ada di Indonesia dan upaya edukasi yang telah dilakukan oleh PT. Pegadaian.  Muslim menyampaikan data bahwa  Indonesia menempati  rangking 2 penghasil sampah plastik di dunia , yang disebabkan karena  habit masyarakat masih rendah, dan lemahnya pengelolaan limbah sampah.

Muslim menambahkan bahwa hal pertama dilakukan oleh PT. Pegadaian  adalah memunculkan kesadaran masyarakat tentang peduli lingkungan utamanya pengelolaan sampah yaitu dengan diseminasi kepada masyarakat.

Prof. Dr. Ir. Retno Rosariastuti, M.Si dari tim Greem Campus FP UNS menyampaikan materi mengenai  “Eco Enzym dan Perilaku Ramah Lingkungan”.   Prof. Retno menyampaikan program Green Campus di  FP UNS, antara lain tentang  smart building (sirkulasi udara, pencahayaan ), menanam pohon utk mengurangi emisi .

Selanjutmya Prof. Retno banyak menyampaikan tentang proses dan pemanfaatan Eco Enzym yang banyak manfaatnya untuk kehidupan.  “Eco Enzym merupakan teknik mengolah enzim dari sampah organik nabati yang biasanya kita buang ( sayur dan buah). Beberapa manfaat dari Eco Enzym antara lain : proses dari eco enzym akan bisa mengurangi efek rumah kaca dan global warming; sebagaipembersih lantai; pupuk tanaman; pengendali kualitas air, biodesinfektan dll”.

“Dengan eco enzym dapat menciptakan budaya hidup bersih dan sehat dalam mendukung tujuan terciptanya zero waste pada kehidupan manusia”, demikian ditambahkan Prof. Retno.

Narasumber ketiga adalah Dwi Ishartani, STP, M.Si dari Prodi ITP dengan mengangkat tema “Pengelolaan Sampah Makanan”  tentang permasalahan pangan yang terbuang atau limbah pangan. Dwi Ishartani menyampaikan data bahwa Indonesia menempati urutan ke-2 negara dengan predikat pembuang sisa makanan terbanyak dibawah Arab Saudi. Hal ini merupakan kondisi yang ironis mengingat Indonesia dengan pendapat perkapita yang masih rendah (data worldbank.org tahun 2019 ) tapi kebiasaan membuang sisa makanan menempati rangking atas bila dibandingkan negara lain yang mempunyai pendapatan perkapita jauh di atas Indonesia.

Ditambahkan oleh Dwi Ishartani bahwa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi food waste antara lain dengan meminimalkan munculnya food waste; mendonasikan makanan yang berlebih; memisahkan sumber food waste; dan mendaur ulang food waste. Langkah tersebut perlu  dilakukan untuk mengurangi permasalahan yang muncul akibat food waste antara lain inefisiensi penggunaan air dan tanah; mengancam biodiversitas; mengurangi pendapatan petani; masalah kesehatan; meningkatkan pengeluaran konsumen; mengancam ketahanan pangan dan gizi; serta emisi gas karbondioksida dan metana.   

 

Link Youtube : download


Video Terkait :

| FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET| COPYRIGHT © 2020. ALL RIGHTS RESERVED.
© 2021 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Follow Fakultas Pertanian UNS : Facebook Instagram Twitter Linked Youtube