FP UNS Awali Perkuliahan Dengan Edukasi Mahasiswa Tentang  Peduli Lingkungan
Monday, 22 February 2021 113 View

FP UNS Awali Perkuliahan Dengan Edukasi Mahasiswa Tentang Peduli Lingkungan

 

Mengawali perkuliahan perdana semester Februari – Juli 2021 dan memperingati hari Peduli Sampah Nasional, Fakultas Pertanian UNS menggelar webinar dengan mengangkat tema “Millenial Peduli Lingkungan” Senin, 22 Februari 2021. Webinar menghadirkan narasumber Khoriyah Dwi Putranti , Assistant Vice President Komunikasi dan Literasi PT. Pegadaian (Persero) dan Prof. Dr. Ir. Retno Rosariastuti, M.Si (Koordinator Green Kampus FP UNS).

Webinar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi FP UNS Dr. Agung Wibowo, SP, M.Si mewakili Dekan. Dalam sambutannya Dr. Agung menyampaikan bahwa webinar dalam rangka peringatan hari peduli sampah merupakan implementasi kerjasama antara Fakultas Pertanian UNS dengan PT. Pegadaian.

 “Dalam kesempatan ini tentu saja  kerjsama baik dengan perguruan tinggi maupun dengan pihak lain selalu dikedepankan dan selalu dijalin sehingga gagasan program yang dicanamgkan oleh PT. Pegadaian akan memberikan dampak yang sangat luas”.

“Beberapa waktu yang lalu telah memberikan banyak konstribusi khususnya kepada mahasiswa kami FP, sehingga mahasiswa kami  dengan banyak bantuan dan kerjasama dengan PT. Pegadaian sehingga mahasiswa kami bisa lolos di PIMNAS di Denpasar, saat ini kerjasama tetap berkanjut dan semoga tetap berlanjut dan melembaga, itu harapan kami”, demikian disampaikan Dr. Agung.   

Sementara itu Khoriyah Dwi Putranti dari PT. Pegadaian menyampaikan materi dengan mengangkat topik “Literasi Pemanfaatan Sampah Menjadi Emas”. Disampaikan Khoiriyah bahwa permasalahan sampah merupakan problem kita semua dan semua harus terlibat untuk mencari solusi supaya bisa mengurangi sampah setiap harinya. Ditambahkan Khoiriyah bahwa permasalahan besar tentang kondisi sampah yang ada di Indonesia ada 3 faktor yang mempengaruhinya antara lain : 

  1. Besarnya volume sampah yang dihasilkan, “Ketika kita memperingati hari peduli sampah nasional kemarin 21 Februari, kita mendapatkan 3 kabar buruk tentang kondisi sampah di Indonesia, sejak 10 tahun yang lalu Indonesia menjadi negara ke-2 penghasil sampah sedunia dan juara 1 di Asia Tenggara”.     
  2. Tempat pembuangan Sampah (TPA) dibeberapa tempat sudah mulai overload sehingga tidak mampu lagi menampung sampah yang ada.
  3. Habit masyarakat Indonesia masih rendah tentang peduli sampah.

Melalui program CSR Blue Print “PT. Pegadaian Bersih-Bersih”  mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian tentang sampah, yang terdiri dari 3 hal diantarnya adalah Bersih –bersih Lingkungan(Pro Planet) ; Bersih-bersih Administrasi (Pro Profit); dan Bersih-berih Hati (Pro People)”.

PT Pegadaian (Persero) intensif menggarap Bank Sampah, “The Gade Clean & Gold” dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengkapitalisasi sampah menjadi tabungan emas. Program bersih-bersih Pegadaian melalui Bank Sampah, The Gade Clean & Gold.

Program  ini merupakan program bersih-bersih Pegadaian yang mengajak dan mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah untuk dikonversi menjadi tabungan emas Pegadaian. Kegiatan memilah sampah ini dinyatakan dapat menjadi salah satu cara untuk yang cukup efektif dalam mengurangi volume sampah rumah tangga dan mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan, sekaligus sebagai upaya meningkatkan sumber penghidupan warga sekitar dari pemanfaatan kembali sampah.

Sementara itu narasumber kedua Prof. Dr. Ir. MMA Retno Rosariastuti, M.Si yang juga sebagai Koordinator Tim Green Kampus FP UNS menyampaiakan materi dengan topik “Pengelolaan Sampah Kampus Sebagai Salah Satu Wujud Pelaksanaan Program Green Kampus”.  

Prof. Retno menyampaikan beberapa program nyata yang sudah diterapkan untuk memperindah lingkungan dan mengurangi emisi karbon serta gas rumah kaca di Fakultas Pertanian UNS antara lain : pemeliharaan dan penataan taman secara vertikultur; program 1 mahasiswa menanam 5 pohon; larangan mobil dan motor setiap Jum’at minggu pertama, tempat parkir ramah lingkunga; taman dan Tanaman dalam pot; program penghijuan oleh Ormawa/UKKHM, dll.

Dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan limbah, Prof. Retno juga menyampaikan mengenai program mahasiswa wirausaha EcoEnzym berbahan dasar sampah organik nabati (non hewani).

“Sampah dari kantin terutama limbah kulih buah akan diolah menjadi eco enzym, eco Enzym merupakan hasil fermentasi lmbah dapur seperti ampas buah dan sayuran, gula dan air”. 

Sedangkan manfaat dari eco enzym antara lain : sebagai pembersih toilet; bahan pembersih lantai; sebagai bahan pembersih kaca; sebagai pupuk tanaman; sebagai pengendali kualitas air dan sebagai biodesinfektan.

 

Link youtube : download