header-int

FP UNS Ajak Stakeholder Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Jumat, 16 Okt 2020, 20:48:48 WIB - 20 View
Share
FP UNS Ajak Stakeholder Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

SOLO-Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Solo mengajak pemangku kepentingan (stakeholder) pertanian di Indonesia bersinergi mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Sinergi itu diperlukan untuk mencapai zero hunger pada 2030.

Hal itu disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FP UNS, Dr. Agung Wibowo, dalam webinar nasional memperingati Hari Pangan, Jumat (17/10/2020). Webinar tersebut mengambil tema Mewujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berkelanjutan untuk Mencapai Zero Hunger 2030.

“Webinar ini sebagai refleksi apa yang sudah dilakukan selama ini dan sebagai upaya mencari jalan terbaik apa yang harus dilakukan di masa yang akan datang dalam membangun ketahanan pangan nasional,” 

Refleksi yang dimaksud, adalah apakah keberadaan perguruan tinggi khususnya Fakultas Pertanian sudah memberikan kontribusi pada pengembangan inovasi teknologi untuk peningkatan produkstivitas hasil pertanian.

Kemudian bagi Kementerian Pertanian sebagai pengambil kebijakan, apakah kebijakan-kebijakan saat ini masih relevan membangun ketahanan pangan rumah tangga. Selain itu apakah regulasi-regulasi selanjutnya bisa dilakukan untuk membangun ketahanan pangan keluarga.

“Sedangkan bagi pemerintah daerah apakah masyarakat sudah memiliki ketahanan pangan keluarga yang memadai dari aspek ketersediaan pangan rumah tangga, aspek stabilitas harga, serta aspek keterjangkauan,” ujar Dr. Agung.

Strategi Ketahanan Pangan

Webinar tersebut menghadirkan tiga pemateri yaitu Direktur Pengolahan dan Pemasaran hasil Pertanian Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati. Kemudian Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroh, dan Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, SP, M.Si, IPM, ASEAN Eng. 

Dalam paparannya Gatut mengampanyekan pangan Lokal yang ditempuh dengan empat strategi. Pertama, influencer diversifikasi pangan, scientific campaign melalui media social, dan media elektronik nasional.

Kedua, penyebaran poster/leaflet diversifikasi pangan secara massif. Ketiga edukasi dan sosialisasi, dan keempat, pengembangan industri pangan lokal.

 

Artiikel ini telah tayang di Solopos.com pada, Jum'at 16 Oktober 2020, download

| FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET| COPYRIGHT © 2020. ALL RIGHTS RESERVED.
© 2020 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Follow Fakultas Pertanian UNS : Facebook Instagram Twitter Linked Youtube