header-int

FP Diskusikan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan dengan Pemanfaatan Hutan

Kamis, 06 Mei 2021, 13:25:51 WIB - 96 View
Share
FP Diskusikan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan dengan Pemanfaatan Hutan

Salah satu pendekatan pemberdayaan masyarakat desa di sekitar hutan adalah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial yang merupakan cermin dari pradigma baru pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap perilaku dan kemampuan masyarakat dalam menemukan dan memecahkan masalah dengan menggunakan sumber daya yang dimilikinya. Hal inilah antara lain yang mengemuka dalam webinar  “Pengelolaan Pangan dan Peternakan Berbasis Produk Hutan”, Rabu, 5 Mei 2021 di Fakultas Pertanian UNS.

Webinar “Pengelolaan Pangan dan Peternakan Berbasis Produk Hutan”, merupakan webinar pengabdian kepada Masyarakat seri - 3 yang dilaksanaan dalam rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ke-45 UNS di Fakultas Pertanian UNS dan dilaksanakan secara daring dengan meggunakan platform Zoom dan Youtube. Webinar menghadirkan 3 narasumber yang kompeten pada bidangnya yaitu Dr. Ir. Eka Handayanta, M.P., IPU, dari Prodi Peternakan yang juga Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FP UNS dengan materi "Silvopastura"; Dr. Sapja Anantanyu, S.P., M.Si, Kaprodi S3 Penyuluhan Pembangunan UNS dengan mengangkat judul  "Pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)"; Yus Andhini Bhekti Pertiwi, S.Hut., M.Sc., Ph.D, Prodi Pengelolaan Hutan FP UNS dengan mengangkat topik  "Budidaya Lebah Madu Tanpa Sengat".

Tampil awal dalam memaparkan materinya Dr. Sapja Anantanyu mengatakan “Pemanfaatan hutan oleh masyarakat memang dimungkinkan, apalagi kalau lahan itu nganggur sangat sayang sekali, namun demikian harus diperhatikan keberadaan fungsi-fungsi hutan tadi, hutan produksi, hutan lindung tentunya mengharuskan model pengelolaan yang sangat berbeda”.

“Petani, agar masyarakat sekitar hutan agar tingkat partisipasinya tinggi , agar upaya – upaya pemberdayaannya sukses maka bagaimana kita harus memberikan informasi seluas – luasnya , memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya kepada mereka untuk ikut terlibat secara lebih banyak lagi”.      

Sementara itu Dr. Ir. Eka Handayanta, MP, IPU dalam paparanya mengenai “Silvopastura” mengemukakan bahwa silvopastura adalah suatu bentuk agroforestri (wanatani) pengelolaan kawasan hutan yang dikombinasikan secara proporsional dengan usaha peternakan.  Adapun manfaat dari Silvopastura adalah mengoptimalkan hasil penggunaan lahan, mengoptimalkan sumberdaya tenaga kerja, dan meningkatkan pendapatan dan atau kesejahteraan masyarakat.

Narasumber ketiga Yus Andini Bhekti Pertiwi, S.Hut. M.Sc, Ph.D dengan mengangkat topik “Budidaya Lebah Madu Tanpa Sengat” lebih banyak menyoroti tentang pengenalan profil lebah penghasil madu dan teknik budidaya madu dari lebah tanpa sengat. Disampaikan Yus Andini, Ph.D bahwa kelebihan budidaya lebah tanpa sengat (Trigona sp) penghasil madu banyak kelebihannya antara lai n : mudah dipelihara (mudah beradpatasi dan tidak mudah kabur); tidak menyengat; tidak membutuhkan area yang luas; ketersediaan pakan sepanjang tahun; dan harga madu dan propolis yang relatif lebih mahal.

 

link youtube : download

 


Video Terkait :

| FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET| COPYRIGHT © 2020. ALL RIGHTS RESERVED.
© 2021 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Follow Fakultas Pertanian UNS : Facebook Instagram Twitter Linked Youtube