header-int

Erick Thohir: Sinergi BUMN-Perguruan Tinggi Dukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Kamis, 29 Apr 2021, 09:04:20 WIB - 16 View
Share
Erick Thohir: Sinergi BUMN-Perguruan Tinggi Dukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka

SOLO—Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan untuk membangun ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan energi, Kementerian BUMB telah melakukan upaya akselerasi dengan membangun kerja sama dengan kementerian/lembaga, swasta, perguruan tinggi dan pihak lain. Kerja sama ini penting karena Kementerian BUMN bukan menara gading yang melakukan semuanya sendirian.

“Ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, dan ketahanan energi adalah pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu juga menjadi prioritas utama Kementerian BUMN periode 2019-2024,” ujar Erick Thohir saat menjadi keynote speech dalam Seminar Nasional yang dilakukan secara daring, Rabu (28/4/2021). Semnas itu mengambil tema Membangun Sinergi antar Perguruan Tinggi dan Industri Pertanian dalam Rangka Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka .

Menurut Erick, ada sejumlah kerja sama Kementerian BUMN dengan perguruan tinggi yang sudah berjalan. Kerja sama itu di antaranya di bidang ketahanan pangan, dilakukan kerja sama pengembangan pangan antara Perum Bulog, BNI, UNS, dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS yang melibatkan petani binaan UNS. Hal serupa dijalin dengan Undip dan IPB.

Di bidang ketahanan energi, telah dilakukan pengembangan baterai mobil listrik antara Pertamina, PLN, Inalum, ITB, dan UNS.

Selain itu, riset bersama Pertamina dan ITB dalam mengembangkan katalis Merah Putih yang akan digunakan sebagai sumber bahan baku nabati sebagai bahan baku alternatif atau green diesel. Dalam bidang kesehatan, BUMN bekerja sama dengan Unpad dalam uji klinis vaksin Sinovac. Hal yang sama dengan UI, ITB, Unair, Unpad, dan UGM dalam pengembangan vaksin Merah Putih.

“Kami percaya sinergi dengan perguruan tinggi tidak hanya memberikan hasil optimal untuk menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing di bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan kesehatan. Tetapi juga mendukung Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka untuk membangun talenta dan generasi muda yang unggul dan siap memasuki dunia kerja, sebuah ketahanan sumber daya manusia,” ujar Erick.

 

MoU Dekan Pertanian

Semnas ini digelar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai rangkaian peringatan Dies Natalis Ke-45 UNS Solo. Fakultas Pertanian UNS, seperti dalam rilis kepada Solopos.com, menjadi tuan rumah Penandatanganan MoU Dekan Pertanian se Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI).

Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Samanhudi, dalam sambutannya mengatakan keinginannya membangun kolaborasi baik antarperguruan tinggi maupun dengan dunia industri dalam rangka MBKM. Seminar dibuka oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus.

Hadir sebagai pembicara dalam semnas tersebut adalah Natalas Anis Harjanto (Direktur Perum Perhutani), Syafri Afriansyah (PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk), Vidia Paramita (PT Smart), Dr. Jamhari (Dekan FP UGM/Sekjen FKPTPI), dan Dr. Kusnandar (Ketua CDC UNS). Kelima pembicara tersebut dipandu oleh moderator Dr. Agung Wibowo membahas sinergi antarperguruan tinggi dan industri dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang saat ini sudah mulai diterapkan di berbagai perguruan tinggi.

Diharapkan perguruan tinggi di Indonesia khususnya dapat bekerja sama dengan industri untuk mendukung keberlanjutan pendidikan yang berkualitas baik secara nasional maupun internasional.

Ketua panitia semnas Dr. Muji Rahayu meguraikan acara diikuti 171 pemakalah yang mempresentasikan hasil penelitian atau pengabdian masyarakat, baik dari kalangan perguruan tinggi maupun badan penelitian dan pengembangan.

Makalah itu dikelompokkan menjadi 11 sub tema yaitu sumberdaya lahan dan air, sumberdaya manusia dan kelembagaan, sumberdaya peternakan, dan sosial ekonomi pertanian. Selain itu keamanan dan ketahanan pangan, teknologi produksi tanaman dan pasca panen, pengelolaan organisme pengganggu tanaman, dan sumberdaya hutan dan ekowisata. Kemudian bioteknologi, program kemitraan masyarakat dan CSR, serta pemberdayaan UMKM bidang pertanian.

 “Penandatanganan MoU dilakukan secara daring pada Rabu (28/4/2021) dengan tema Membangun Sinergi antar Perguruan Tinggi dan Industri Pertanian dalam Rangka Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” ujar Muji Rahayu.

 

artikel ini tayang di Solopos.com : download

 

| FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET| COPYRIGHT © 2020. ALL RIGHTS RESERVED.
© 2021 Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Follow Fakultas Pertanian UNS : Facebook Instagram Twitter Linked Youtube