BEM FP Berdayakan Ekonomi Rakyat dengan Ciptakan Produk Olahan Toga  SAMI TRESNA
Tuesday, 31 August 2021 96 View

BEM FP Berdayakan Ekonomi Rakyat dengan Ciptakan Produk Olahan Toga SAMI TRESNA

Terhitung sudah 2 tahun lebih Indonesia terserang virus Covid-19, karena itu masyarakat diwajibkan untuk menjaga jarak, menjaga kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh dengan baik. Untuk menjaga daya tahan sebagai upaya menghadapi virus Covid-19, masyarakat bisa menggunakan minuman fungsional dari bahan herbal seperti rempah-rempah dan toga. Tanaman Obat Keluarga (Toga) atau empon-empon sudah dikenal sebagai obat herbal yang dapat menjaga daya tahan tubuh sejak jaman nenek moyang. Sejak dulu nenek moyang kita sudah mengolah toga menjadi minuman menyehatkan yang disebut “Jamu”, jamu sendiri merupakan bagian dari warisan budaya yang masih dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini. Toga yang sering digunakan untuk membuat minuman pada umumnya adalah jahe, temulawak, kencur, kunyit, sereh, dan rempah-rempah berupa cengkeh, kayu manis dan daun pandan.

Di awal masa pandemi Covid-19 harga Toga atau empon-empon meningkat drastis. Masyarakat percaya bahwa Toga dapat menjaga daya tahan tubuh terhadap infeksi virus Covid-19. Namun, jauh sebelum masa pandemi masyarakat Desa Ngunut sudah mempunyai program penanaman Toga untuk setiap rumah. Bahkan, Desa Ngunut melalui Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada tahun 2016 memperoleh predikat Pakarti Utama I dalam Tingkat Nasional dan Pelaksana Terbaik Pemanfaatan Hasil Toga Tingkat Kabupaten dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Republik Indonesia. Beberapa masyarakat Desa Ngunut juga tergabung ke dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), yang mana kelompok tersebut sudah merintis produk ini akan tetapi menghadapi beberapa kendala. Kendala yang dihadapi diantaranya varian produk, packaging, serta pemasaran produk Toga.

Melihat latar belakang yang dimiliki, Tim Agridaya dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret  (UNS) yang beranggotakan 15 orang melalui program Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbud mengusung program dengan tajuk  “Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Melalui Gerai Agridaya Sebagai Pusat Inkubasi Produk Lokal Unggulan Desa Ngunut, Karanganyar Menuju Daya Saing Global”.

 

“Melalui program tersebut Tim Agridaya berupaya menghadirkan produk Toga dengan komposisi yang tepat agar manfaat dari Toga lebih optimal dan dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi” demikian disampaikan Ahmad Musthofa selaku Ketua Tim Agridaya (21/08/2021) 

Tim Agridaya mengadakan pelatihan olahan toga yang dilaksanakan pada hari Sabtu 21/08/2021 bertempat di Aula Balai Desa Ngunut. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan masyarakat dan karang taruna Desa dengan jumlah terbatas serta pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Potensi Toga (tanaman obat keluarga) di desa tersebut sangat melimpah, diimbangi dengan masyarakat yang memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan sumber daya tersebut menjadi sebuah produk agar memiliki nilai tambah untuk dijual. Pada kesempatan ini Tim Agridaya mengundang Ibu Anif Nur Artanti, S. Farm., M.Sc. Apt seorang Dosen Farmasi di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS). beliau memberikan dua pelatihan sekaligus, pertama pembuatan Beras Kencur Instan dan Sirup Jahe. Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar, para ibu-ibu dan pemuda karang taruna terlihat antusias untuk mengikuti rangkaian pelatihan. “Seneng mbak kalau ada kegiatan seperti ini, jadinya ada kegiatan bermanfaat selain di rumah haha....” kata Mas Diki salah satu anggota Karang Taruna setempat.