Hama penyebab gejala puru (gall)

Kelompok hama ini pada umumnya merusak dengan cara menggerek ke dalam jaringan tanaman (akar, batang, daun atau buah). Mula-mula hama masuk melalui jaringan tanaman yang masih muda atau melalui titik tumbuh kemudian tinggal dan makan di dalam jaringan tanaman inang. Beberapa teori ada yang menyatakan bahwa sambil merusak/makan hama tersebut juga mengeluarkan sekresi tertentu (semacam cairan) dari mulutnya. Sekresi zat tersebut ternyata mampu merangsang (menstimulir) sel-sel jaringan tanaman disekitar luka atau tempat dimana hama tersebut merusak. Sebagai akibatnya akan muncul pertumbuhan sel yang luar biasa (giant cell) dalam jumlah banyak sehingga pada bagian tersebut terlihat seperti bengkak membentuk puru (gall).

Beberapa contoh hama penyebab gejala puru tersebut anatar lain adalah :

-   Nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) sebagai penyebab gejala puru akar pada tanaman tomat, lombok, tembakau, terong dan lain-lain.

-  Puru daun/batang padi (Orseolia oryzae Wood-Mason) atau lebih dikenal dengan nama umum hama ganjur pada tanaman padi.

-  Puru batang pada tembakau (Scrobipalpa (= Phythorimaea) heliopa Low), atau sering juga disebut dengan nama daerah “omo meteng”