Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | User Prodi Diploma Tiga Agribisnis : Alumni Diploma Tiga Mempunyai Skill dan Sikap Mental Yang Baik | UNS SERIUS KEMBANGKAN SENTRA PISANG DI JENAWI | Den Cokip, Paduan Cokelat dan Intip Karya Mahasiswa FP UNS | FAPERTA Kembangkan Jatikuwung sebagai Sentra Pepaya Cikita | FAPERTA Siapkan Pendamping Upsus Swasembada PAJALE |

University Outreach : Bioteknologi Pertanian

University OutReach merupakan kerjasama antara Fakultas Pertanian dengan Program for Biosafety System (PBS).  Kegiatan ini meliputi 2 agenda yaitu Dialog Pakar dan Kuliah Umum. Tema Dialog Pakar adalah Biotechnology in Agriculture : The Agronomic, safety and Environment Consideration. Dialog Pakar dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2015 di Aula Fakultas Pertanian yang diikuti oleh peserta terbatas yaitu 30 orang pakar di bidang bioteknologi di area Solo dan sekitarnya. Peserta terdiri dari bidang yang terkait dengan bioteknologi dan keamanan pangan yaitu akademisi di bidang pertanian, biologi, pangan dan kedokteran.

Kegiatan Diskusi Pakar terdiri atas 2 sesi. Masing-masing sesi terdiri atas 2 pembicara Pembicara pada kegiatan dialog Pakar adalah

Pembicara

Institusi

Materi

Prof. Dr. Bambang Sugiharjo Direktur CIDAST Agronomic consideration in Development of New Sugarcane Variety Using Modern Biotechnology
Mr. Jeff Sain Coordinator PBS  Asia(Program for Biosafety System) Biotechnology in Agriculture : Safety and Environment Consideration
Prof. drh. Widya Asmara Ph. D Anggota KKH PRG (Komite Keanakaragaman Hayati Produk rekayasa Genetika) Biotechnology and Biosafty Regulatory Framework in Indonesia
Ir. Supyani, M.P., M. Agr., Ph. D Peneliti UNS Biotechnology in Agriculture : Public Concern and Misperception

 

Agenda yang kedua adalah Kuliah Umum. Kuliah umum merupakan kerjasama Fakultas Pertanian, Program for Biosafety Systems dan MASBIOPI (Masyarakat Bioteknologi Pertanian Indonesia). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Mei 2015 di Aula Fakultas Pertanian UNS. Kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta yang terdiri atas mahasiswa S1, S2 dan S3 di bidang pertanian, lingkungan, biosains, biologi dan kedokteran. Sebagai Pembicara pada kuliah umum terdiri dari 2 pakar yaitu :

Pembicara Institusi Materi
Mr. Jeff Sain Coordinator PBS  Asia (Program for Biosafety System) Crops Improved Using the Tools of Modern Biotechnology : Benefits & Biosafety Considerations
Dr. Widodo Hadisaputro Presiden Masyarakat Bioteknologi Pertanian Indonesia (MASBIOPI) Agro-Biotechnology for Increasing Food Production in Indonesia: Case study of Soybean and Sugarcane

Adapun hasil dari kedua kegiatan tersebut menyatakan bahwa pangan hasil rekayasa genetika melalui Bioteknologi atau Produk Transformasi Genetic (GM product) dinyatakan aman terhadap manusia, hewan, dan lingkungan. Hal ini karena sebelum produk atau tanaman tersebut dikenalkan ke pada masyarakat/ konsumen, untuk menjamin kemanannya telah dilakukan serangkaian Risk Assessment yang meliputi : Food Safety Assesment, Environmental safety Assesment, Animal Feed Assesment. Di Indonesia, pelepasan produk hasil rekayasa genetika harus melalui Komisi Keanekaragaman Hayati Produk rekayasa genetic (KKH PRG) atau Biosafety Commission dengan mempertimbangkan segi agama, kesehatan, biosafety, ekonomi, legalitas, etik, dan sosio-kultural. Biosafety Commission terdiri atas Kementian Lingkungan dan Kehutanan, Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pertanian. Teknologi Bioteknologi sangat diperlukan untuk pengembangan pangan, pengembangan obat-obatan dan untuk kesehatan manusia.

Pada kegiatan ini juga ditanda tangani kesepakatan kerjasama  (MoU) antara Fakultas Pertanian UNS dengan MASBIOPI (Masyarakat Bioteknologi Pertanian Indonesia), tertanggal 22 Mei 2015 yang berisikan rencana kerjasama terkait pendidikan maupun penelitian terkait Bioteknologi serta menjadikan UNS menjadi salah satu universitas yang fokus pada pengembangan bidang bioteknologi. MoU ini ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto MS, serta Presiden MASBIOPI Dr. Widodo Hadisaputro.