Info Pertanian: FP UNS Selenggarakan Konferensi Internasional dan Ekshibisi Powder Technology (ICePTi) 2019 | Seminar Kedaulatan Pangan sebagai Implementasi Nilai-nilai Pancasila | FAPERTA Gelar Agriculture Youth Leadership Camp 2019 | Daftar Peserta lulus audisi “Trainer Training Softskill 2019” | UNS Dorong Petani Temanggung Tingkatkan Mutu Kopi |

SILATURAHIM KELUARGA BESAR FAPERTA UNS

Rabu, 12 Juni 2019, keluarga besar Fakultas Pertanian UNS berkumpul di Aula kampus  untuk Halal bihalal dan silaturahim. Kegiatan silaturahim dan halal bihalal dihadiri segenap pimpinan fakultas, program studi, tenaga pendidik, kependidikan dan purna tugas.

Selain halal bihalal dan silaturahim diantara keluarga besar fakultas, momentum ini juga dimanfaatkan dengan beberapa agenda yang lain diantaranya : pisah sambut wakil dekan dan kepala program studi, penandatanganan pakta integritas pejabat wakil dekan dan kepala program studi baru, penyerahan penghargaan kepada dosen yang telah menyelesaikan studi lanjut S3, serta pelepasan purnakarya. 

Pesan selamat datang dan apresiasi yang tinggi disampaikan Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof. Dr. Samanhudi, SP, M.Si mengawali sekaligus membuka halal bihalal dan silaturahim yang dilaksanakan secara rutin di fakultas Pertanian UNS setiap tahunnya.

Acara inti berupa tausiah disampaikan Prof. Dr. Ir. Suntoro Wongso Atmojo, MS, guru besar bidang Kesuburan Tanah Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UNS. Dalam kesempatan tersebut Prof. Suntoro menyampaikan beberapa indikator orang yang bertaqwa buah dari pelaksanaan ibadah puasa yang telah dilaksanakan selama satu bulan penuh didalam bulan Ramadhan.

“Beberapa indikator orang yang bertaqwa hasil dari pelaksanaan ibadah puasa antara lain bersifat pemurah (suka berinfaq); bisa menahan amarah (pengendalian diri); suka memaafkan kesalahan orang lain; dan suka berbuat baik”.

Lebih jauh secara terperinci Prof. Suntoro menjelaskan satu persatu dari empat indikator tersebut, bahwa orang yang bertaqwa akan dengan mudah menafkahkan hartanya di jalan Alloh  baik di waktu lapang (berkecukupan) ataupun dalam keadaan sempit (banyak kebutuhan yang harus dipenuhi).

“Yang kedua adalah mampu menahan amarah karena dengan amarah bisa melukai orang lain yang dimarahi ibarat pohon yang di paku, meskipun paku tersebut sudah dicabut dari pohonnya, luka bekas paku akan selalu membekas dan mininggalkan luka”.

Ciri orang bertaqwa selanjutnya adalah suka memaafkan kesalahan orang lain, dan sifat seberikutnya adalah suka berbuat yang baik antara lain diimplementasikan dengan sifat muraqabah yaitu selalu merasa diawasi oleh Alloh SWT (pengawasan melekat dari Alloh SWT) dan sifat muhasabah yaitu selalu introspeksi diri dan selalu menghitung-hitung amalan sendiri antara amal perbuatan baik dan dosa yang diperbuat.