Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Impikan Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren, Mahasiswa FP Raih Juara | Mahasiswa PKP Juarai Ajang PHINISI di Makassar | Pekan Dosen Tamu : FAPERTA Hadirkan Pakar dari 4 Negara | Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan Ilmu Pangan dan Rekayasa Proses : Perspektif Terkini dan Tantangan Ke depan | FAPERTA Hadirkan Peneliti Aplikasi Metabolomik Universitas Osaka Jepang |

Seminar “Peran Keanekaragaman Hayati dalam Mendukung Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia” Dan Pra Lokanas FKPTPI BKS Wilayah Timur

Rabu-Kamis, 18-19 April 2018  Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) menghelat  Seminar Nasional dengan tema “Peran Keanekaragaman Hayati dalam Mendukung Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia”. Kegiatan seminar nasional tersebut dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke 42 UNS. Tema ini dipilih berdasarkan pemikiran mengenai potensi dan peran strategis sektor pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan dan peran Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Pertanian di Indonesia memiliki peran sangat penting dikarenakan sektor pertanian melibatkan 35% dari total tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 13.6% GDP Indonesia. Sektor pertanian bahkan berkontribusi hingga lebih dari separuh GDP, jika keseluruhan rantai pasok dari hulu ke hilir dilibatkan. Selain dalam bidang ekonomi, pertanian Indonesia juga berperan penting dalam hal penyediaan pangan, sandang, energi dan produk turunannya. Sehingga pemerintah Indonesia menetapkan visi berupa Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045.

Cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 sangat potensial untuk diwujudkan antara lain dikarenakan beberapa faktor. Pertama, hal ini didukung oleh ekosistem tropis Indonesia yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun. Kedua, adanya variasi genetik tumbuhan yang dimiliki Indonesia. Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, antara lain tanaman pangan, binatang ternak, bacteria dan indigenous knowledge dalam pengolahan pangan baik yang sudah ada maupun yang belum banyak digali. Hal tersebut ditambah lagi dengan adanya improved varieties untuk komoditas pangan dan ternak. Ketiga, potensi mewujudkan lumbung pangan juga semakin besar dengan aktivitas ekstensifikasi dan intensifikasi kegiatan pertanian dalam arti luas.

Potensi sumberdaya yang sangat besar di bidang pertanian tidak akan dapat digali dan dimanfaatkan tanpa pengelolaan yang efektif. Hal tersebut dapat terwujud dengan adanya kolaborasi dan sharing pengalaman, pengetahuan serta teknologi terbaru dalam bidang pertanian. Untuk itu, pada seminar nasional ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi dan diseminasi kajian atau hasil penelitian terbaru dalam bidang pertanian dari hulu ke hilir yang melibatkan pemangku kepentingan, pakar, peneliti, akademisi, dan praktisi. Pengelolaan keanekaragaman hayati yang akan didiskusikan pada seminar ini meliputi proses pemuliaan, budidaya, pasca panen, pemasaran, agribisnis, agroindustri, hingga penyampaian teknologi kepada masyarakat.

Pemaparan makalah utama disampaikan oleh Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng (Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia) dengan tema “Kebijakan Pemerintah dalam Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia”, Prof. Dr. Titin Handayani, M.Si. (Profesor riset bidang produksi tanaman dan holtikultura Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi BPPT) dengan tema “Riset-riset Terkini dalam Rangka  Pencapaian Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia”, Prof. Dr. Bambang Pujiasmanto, M.S. (Dekan Fakultas Pertanian UNS) dengan tema “Potensi Keanekaragaman Hayati dalam Mendukung Indonesia sebagai Lumbung Pangan”, dan Ir. Johny Rahadi (Pemilik Uncle John Coffee Roaster, Anggota KAFP-IKATANI UNS) dengan tema “Peran Industri Pertanian dalam Mendukung Pencapaian Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia”.

Seminar nasional dihadiri peserta  yang berasal dari pemangku kebijakan, pakar, peneliti, akademisi (dosen dan mahasiswa), pengusaha yang terkait dengan bidang pertanian, dan asosiasi profesi. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Pertanian UNS (IKATANI), serta pemakalah.

Selain Seminar Nasional,  pada hari yang sama Fakultas Pertanian UNS juga menjadi tuan rumah Pra Lokakarya Nasional (Praloknas) Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Badan Kerjasama (BKS) wilayah Timur yang dilaksanakan di UNS Inn, Surakarta. Acara rutin tahunan ini dihadiri sekitar 94 peserta dari 53 perguruan tinggi. Peserta Praloknas FKPTPI BKS wilayah Timur berasal dari perwakilan perguruan tinggi pertanian se-Indonesia (dekan, wakil dekan, dan ketua jurusan/prodi), Perhimpunan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia (PAGI), Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI), dan Asosiasi Program Studi Ilmu Tanah Indonesia (APSITI).

Tema pada pertemuan FKPTPI ini juga membahas mengenai potensi sumber daya di bidang pertanian dalam mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. FKPTPI sebagai organisasi yang melingkupi pendidikan tinggi pertanian se-Indonesia, perlu membahas peran serta dunia pendidikan dalam mendukung tema tersebut. Oleh sebab itu, perlu diadakan Praloknas FKPTPI BKS wilayah Timur ini untuk mempertemukan semua pemangku kepentingan dan diharapkan dapat  berkontribusi menghasilkan rekomendasi sebagai arahan dan strategi dalam mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia tahun 2045.

Selain itu, pada acara Praloknas FKPTPI BKS wilayah Timur ini juga akan membahas peran lulusan perguruan tinggi pertanian dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, dimana disruptif teknologi (disruptive technology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent termasuk perusahaan yang bergerak pada sektor pertanian. Oleh karena itu, pada pertemuan ini setiap peserta akan menyampaikan program unggulan perguruan tinggi masing-masing terutama pada sektor pertanian. Praloknas FKPTPI BKS wilayah Timur juga akan membahas persiapan Lokakarya Nasional FKPTPI BKS wilayah Timur tahun 2018.