Info Pertanian: Aplikasi Nanopestisida Pada Cabai Merah Hasilkan Produk Melimpah | Teknologi Tepat Guna Getuk Keju Frozen | Lowongan Kerja Junior Agronomist | Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Ternak Tropis Terpadu Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0 | Kuliah Umum ‘HOW TO BE AN INTERNATIONAL SCIENTIST` A Story of The Development of Advanced Microwave Remote Sensing Technology’ |

Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Ternak Tropis Terpadu Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0

Rabu, 13 November 2019 Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian UNS menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Peningkatan Produktivitas Ternak Tropis Terpadu Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0 Tema ini dipilih berdasarkan pemikiran mengenai potensi dan peran strategis sektor peternakan dalam rangka mendukung swasembada pangan dan peran Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Cita-cita Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 sangat potensial untuk diwujudkan, salah satunya melalui optimalisasi produktivitas ternak di Indonesia. Beberapa potensi keunggulan komparatif peternakan di Indonesia  adalah ekosistem tropis Indonesia yang memungkinkan kegiatan peternakan dilakukan sepanjang tahun, adanya variasi genetik, dan aktivitas ekstensifikasi dan intensifikasi kegiatan peternakan yang semakin marak. Namun demikian perlu dilakukan usaha yang efektif dalam mengelola potensi-potensi yang ada untuk menggapai cita-cita tersebut. Saat ini, pengelolaan peternakan Indonesia di berbagai wilayah masih cenderung bersifat tradisional yang masih menyisakan beberapa faktor yang perlu dibenahi. Pada era revolusi industri 4.0 ini, arah pengelolaan peternakan Indonesia sudah seharusnya menyesuaikan perkembangan era teknologi digital dan otomatisasi.

Konsep pengembangan peternakan yang banyak dikembangkan untuk mendukung era revolusi industri 4.0 adalah konsep peternakan cerdas, yang biasa juga disebut smart farming. Konsep ini merujuk pada penerapan Teknologi pada bidang peternakan yang bertujuan untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kuantitas dan kualitas) serta efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Pemanfaatan kemajuan revolusi industri 4.0 di bidang peternakan diharapkan dapat menunjang peningkatan produksi ternak dari hulu ke hilir dan memperlancar distribusinya serta dapat meningkatkan kesejahteraan peternak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan peternakan berbasis revolusi industri 4.0 antara lain adalah sumberdaya manusia, diseminasi teknologi dan pemanfaatannya, kondisi lahan makanan ternak dan regulasi serta dukungan dari Pemerintah.

Kampus, lembaga penelitian, perusahaan dan kelompok masyarakat harus ikut andil dalam mendorong pemanfaatan revolusi industri 4.0 di bidang peternakan ini. Oleh karena itu, seminar nasional ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi, sharing pengetahuan dan pengalaman serta diseminasi kajian atau hasil penelitian terbaru dalam bidang peternakan yang melibatkan Pemangku Kebijakan, pakar, peneliti, akademisi, praktisi dan mahasiswa.

Kegiatan Seminar Nasional ini menghadirkan 4 narasumber utama yaitu : Dr.Ir.Dicky Pamungkas, M.Sc. (Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Grati) dengan tema makalah “Tantangan dan prospek pengembangan sapi lokal Indonesia”, Prof Dr.Sc.Agr. Suyadi, MS (Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang) dengan tema “Pemanfaatan teknologi reproduksi dalam peningkatan produktifitas ternak”, Hindro Setyawan, S.Pt (Technical Education & Consultation Asistant Manager PT. Medion) dengan tema makalah “Pentingnya biosecurity dan pengendalian penyakit pada ternak”, serta Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D. (Kaprodi Peternakan FP UNS) dengan tema makalah “Analisis Investasi Usaha Ternak Ayam Broiler Sistem Kandang Tertutup dan Terbuka : Studi Komparasi”. Sebagai ketua panitia Seminar Nasional ini adalah Dr. Ahmad Pramono, S.Pt.,MP.

Kegiatan Seminar Nasional ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UNS, yaitu Prof. Dr. Samanhudi, SP.,M.Si. dengan dihadiri oleh akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga/istansi antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Madura, Universitas Islam Kalimantan, Universitas Bengkulu, Universitas Lampung, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Andalas, Universitas Sebelas Maret, Lolit Grati, BPTP Aceh, BPPT Serpong, BPTP Yogyakarta, BPTP Batu, dll. Pemaparan materi dan diskusi oleh narasumber utama, dilanjutkan dengan pemaparan makalah dan diskusi kelas pararel sesuai dengan bidang kajian, yaitu Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, dan Kesehatan Ternak.