Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | FP Terima Visitasi Asesor untuk Akreditasi Prodi Agroteknologi dan D3 THP | FP UNS Gembleng Mahasiswa Baru dengan Achievement Motivation Training (AMT) | FAPERTA Lepas Mahasiswa Peserta Internship Magang di Jepang | Usaha Pengembangan Kambing “Boerka” Sangat Prospektif | D3 Agribisnis Selenggarakan Makrab |

Pentas Latsar ke-24 Teater Thoekoel

Pentas Latsar Teater Thoekoel Fakultas Pertanian UNS hadir kembali. Pentas Latsar 24 ini berhasil ditampilkan kemarin Kamis, 31 Maret 2016  di Parkiran FP UNS . Tahun 2016 ini merupakan pementasan yang ke-24 bagi Teater Thoekoel yang rutin diadakan setiap tahun. Pentas ini digagas dalam rangka pentas perdana anggota baru Teater Thoekeol yang dipertunjukkan untuk umum.

Penampil yang akan hadir dalam pertunjukan kali ini adalah anggota baru Teater Thoekoel mahasiswa FP UNS angkatan 2015. Tahun ini, Teater Thoekoel yang merupakan kelompok kerja teater kampus dengan anggota baru berasal dari Jurusan Agribisnis, Agroteknologi, D3 THP, D3 Peternakan dan D3 Hortikultura Fakultas Pertanian UNS ini mencoba untuk mengangkat sebuah naskah yang berbeda dari pementasan sebelumnya. Naskah “Lestari” dengan sutradara Harwati dan “Hayang Kawin” dengan sutradara Teguh dipilih untuk dipentaskan pada tahun ini. Aktor yang memainkan lakon Lestari antara lain Deta, Yuslifar, Aurio, Angga, Fauzan, Sonia dan Alfi. Sedangkan aktor dari lakon Hayang Kawin adalah Niko, Febrian, Wisnu, Bopung, Asih, Sintia dan Amel.

Lakon Lestari merupakan sebuah naskah bercerita tentang seorang perempuan yang meluhurkan budaya daerahnya. Tak banyak naskah drama yang memiliki banyak lakon perempuan, berbeda dengan naskah Lestari. Dalam naskah ini justru kehadiran perempuan menjadi titik fokus utama. Perempuanlah yang gemar melestarikan budaya daerah kepada lingkungannya, dan tak mau meninggalkan hobinya itu walau dijanjikan hidup bahagia bersama kekasihnya. Lakon Hayang Kawin merupakan sebuah naskah sunda yang diadaptasi oleh sutradara Teguh. Bercerita tentang 4 pemuda desa yang ingin mencari jodoh ke Jakarta. Akhir cerita mereke menemukan tambatan hatinya di Jakarta.

Pementasan inipun berhasil ditampilkan dengan dengan disaksikan oleh mahasiswa FP UNS dan teater se UNS.