Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Wujudkan Tri Dharma PT, FP UNS Jalin Kerjasama Dengan FP Universitas Khairun Ternate | Tingkatkan Kapasitas Laboratorium, FAPERTA Hadirkan Profesor Jepang | Sebanyak 765 Mahasiswa Baru FAPERTA Ikuti PKKMB | Kuliah Umum : Korea Teliti dan Kembangkan Tanaman Serealia | REKRUTMEN PT. EAGLE HIGH PLANTATION Tbk |

Pengukuhan Prof. Supriyadi sebagai Guru Besar Bidang Kualitas Tanah

Selasa, 3 April 2018 Universitas Sebelas Maret menghelat acara pengukuhan Prof. Dr. Ir. Supriyadi, MS sebagai Guru Besar Bidang Kualitas Tanah pada Fakultas Pertanian UNS. Pengukuhan dilaksanakan di auditorium UNS dengan dihadiri Rektor, Para Wakil Rektor, anggota senat universitas, para kolega dan tamu undangan lainnya.

Dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Supriyadi, MS menambah jumlah guru besar  di Fakultas Pertanian UNS  menjadi  guru besar yang ke-27 dan yang ke-189 di UNS.  Bertajuk “Perpektif Keamanan dan Kualitas Tanah Dalam Pertanian Keberlanjutan”, Prof Supriyadi menyampaikan orasi ilmiahnya dihadapan senat dan tamu undangan.

Dalam kesempatan orasi ilmiahnya Prof. Supriyadi mengemukakan bahwa Pertanian berkelanjutan merupkan alternatif sistem dalam menangani masalah pertanian saat ini , untuk memperhatikan dan meningkatkan keamanan dan kualitas tanah. Sistem alami yang bersifat seimbang dapat diacu untuk pertanian berkelanjutan dengan memperhatikan bioindikator kualitas tanah.  “Keamanan tanah perlu diwujudkan karena tanah memiliki peran dalam biofisik dan perspektif sosio-ekonomi masyarakat, yang berkaitan dengan dimensi ruang dan waktu yaitu dimensi : kemampuan, kondisi, modal, konektivitas dan kodifikasi”.

 

Selanjutnya dari analisis bioindikator keamanan dan kualitas tanah, Prof. Supriyadi merekomendasikan : Bioindikator merupakan salah satu alternatif yang mudah, murah dan relatif cepat untuk menilai keamanan dan kualitas tanah; Interaksi antar biota tanah dan peran ekologinya harus dipertimbangkan karena kisaran ukuran biota tanah yang sangat lebar; Keanekaragaman biota tanah dapat ditingkatkan dengan praktik ekofarming berbasis konservasi dengan pengelolaan tanah minimum, pengurangan dosis pupuk anorganik, pergiliran tanaman, pemupukan pupuk hayati, penambahan bahan organik terbukti dapat meningkatkan atau memulihkan keanekaragaman biota tanah.