Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Faperta UNS Fasilitasi Sekolah Tani Digdaya Muda | Pakar Ekonomi Pertanian Belanda Sampaikan Kuliah Umum di FAPERTA | FAPERTA Lepas Mahasiswa Asal Malaysia dan Vietnam Peserta Program AIMS | Kesempatan Berkarir di PT. AGRICON | Prodi Agribisnis Susun SAR AUN QA |

Pengabdian Masyarakat : Atasi Penyakit Pada Bawang Putih

Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu sentra produksi bawang putih andalan di Jawa Tengah. Sepuluh tahun terakhir ini, petani di daerah tersebut menghadapi masalah baru yaitu adanya lahan yang mengalami degenerasi produktivitasnya secara serius. Degenerasi lahan disebabkan oleh meningkatnya serangan Fusarium oxyporum f.sp cepea penyebab busuk pangkal dan rendahnya kesuburan biologi tanah untuk pertumbuhan bawang putih. Kedua penyebab ini tampaknya berinteraksi  positif terhadap degenerasi lahan. Desa Gondosuli termasuk lahan area yang mengalami degenerasi tersebut, desa ini mengalami dampak terparah akibat serangan Fusarium, selama sepuluh tahun terakhir petani tidak pernah merasakan panen bawang putih, demikian disampaikan Prof. Dr. Agr. Sc. Ir. Vita Ratri Cahyani, MP  dalam penyuluhan dan pelatihan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Rabu, 16 April 2014 di Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian UNS.   

            Penyuluhan dan pelatihan tersebut dihadiri oleh Kelompok Tani yang terdiri dari :

  1. Kelompok Tani Taruna Tani “Tani Maju” Dusun Pancot, Kalurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu.
  2. Kelompok Tani Ngudi Makmur Kalurahan Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu
  3. Kelompok Tani Anugrah/ KSU Anugrah Jaya Dusun Bendorejo, Kalurahan Ngadiluwih, Kecamatan Matesih.
  4. Kelompok Tani Sumber Rejeki V Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu.

Selain materi tentang mengatasi penyakit pada bawang putih, materi penyuluhan dan pelatihan diantaranya adalah :

  1. Pemanfaatan Limbah Pertanian Organik Menjadi Nata De Coco
  2. Pemanfaatan Pupuk Hayati
  3. Pembuatan Biostarter Kompos
  4. Pembuatan Kultur Biota Fungsional untuk Biokhemoremidiasi dan Bioproteksi Lahan

Tujuan kegiatan penyuluhan dan pelatihan adalah : Pemberian penyuluhan, pemahaman, pengetahuan dan skill untuk pembuatan atau produksi bahan pembenah tanah (untuk upaya biokhemoremidiasi) dan pembuatan petak kultur inokulan beneficial dan effective mikrobia (untuk upaya bioproteksi terhadap fusarium) lahan penanaman bawang putih; Pemberian percontohan dan pendampingan penerapan metode biokhemoremidiasi dan bioproteksi pada lahan penanaman; Membangun kemandirian petani secara teknologi dan ekonomi dalam upaya pemulihan lahan ; Mengenalkan produk kultur hasil penelitian tim pelaksana yang diperoleh dari isolasi dari lahan Tawangmangu.