Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Mahasiswa Fakultas Pertanian Raih Juara Business Plan Tingkat Nasional | Miris Lahan Pertanian di Negeri Agraris, Alumni FUSI FP UNS buat Yayasan Agrowakaf dengan semangat Gerakan Sejuta Harapan (Sejuta Hektar Lahan Pertanian) | Talk Show Membangun Jiwa Wirausaha Muda Inovatif dan Kreatif | Dilema dan Problematika Penyuluhan Pertanian di Indonesia | Mahasiswa FP UNS Latih Wanita Tani Ciptakan Aneka Produk Makanan Lokal |

Miris Lahan Pertanian di Negeri Agraris, Alumni FUSI FP UNS buat Yayasan Agrowakaf dengan semangat Gerakan Sejuta Harapan (Sejuta Hektar Lahan Pertanian)

Dalam ikut mendukung agenda SIFT (Sebelas Maret Islamic Festival) FUSI FP UNS mengadakan event Talk Show Agrifest (Agriculture Festival) bertemakan “Peran Intelektual Islam dalam Pertanian Berkelanjutan” di Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Jum’at, (04/05/2018).

Agenda ini salah satu wadah untuk mencetak generasi muda yang peduli dengan pertanian dalam tantangan zaman yang semakin berkembang pesat. Peserta yang hadir tidak hanya dari Fakultas Pertanian karena agenda ini dibuka secara umum sehingga berjumlah  lebih dari tujuh puluh peserta. Pembicara pada talkshow ini adalah praktisi dan akademisi, yang menyampaikan tentang pertanian berkelanjutan ditinjau dari sisi politik dunia dan Indonesia, acara talkshow ini diakhiri dengan semangat yang membara oleh pembicara kedua untuk membangkitkan kawula muda dalam bergerak dibidang pertanian.

 

Turut hadir dalam agenda ini beberapa alumni FUSI dan Ketua Alumni FUSI 2018, Muhammad Fida Al Faris (Ketua FUSI ) menyampaikan “Output agenda pada hari itu tidak sekedar berhenti didiskusi tetapi ada launching Yayasan Agrowakaf dengan semangat gerakan sejuta harapan (Sejuta Hektar Lahan Pertanian)”.

 

“Harapan dari yayasan ini salah satunya untuk mencapai cita cita bangsa untuk berdikari dalam masalah pangan maupun masalah lahan yang belakangan ini banyak terjadi konversi lahan pertanian, tidak hanya itu harapan dari agenda ini alumni FUSI bisa turut andil dalam berperan lebih dan mengajak mahasiswa dan lulusan fresh graduate untuk andil dalam bergerak dibidang pertanian untuk mencapai ketahanan pangan di negeri sendiri’ demikian ditambahkan Ketua FUSI periode 2018 yang juga mahasiswa Prodi Agroteknologi angkatan 2016.

 

Agenda ini ditutup dengan mengajak peserta menjadi volunter gerakan, setiap volunter berhak mendapatkan tabung infaq untuk mendukung gerakan ini, gerakan ini berbasis wakaf sehingga lahan yang kita pakai adalah milik umat yang akan diberdayakan dan kembali keumat yaitu untuk pembebasan lahan pertanian, pendidikan anak petani, pemberdayaan petani dan pengelolaan asset wakaf lahan pertanian.