Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Mengembalikan Fungsi Lahan Melalui Soil Security | Cyber Extension Solusi Menjawab Tantangan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan | Kuliah Umum : Masalah dan Tantangan Membangun Desa Secara Partisipatif | Kesempatan Berkarir di PT. Sinar Mas | Kesempatan Berkarir Di Gama Plantation |

Mengembalikan Fungsi Lahan Melalui Soil Security

Banyaknya fenomena terjadinya bencana alam akhir-akhir ini seperti banjir dan tanah longsor di beberapa daerah tidak terlepas dari kondisi tanah dan lahan yang ada, penyebabnya ada beberapa faktor antara lain adalah rusaknya lahan dan lingkungan. Demikian mengemuka dalam talk show yang digelar di Fakultas Pertanian UNS, Selasa 5 Desember 2017.

 

Dengan mengangkat tema “Kepedulian Terhadap Bumi Berawal Dari Tanah”, talk show dimotori oleh Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT) Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UNS.  Talk show  menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Supriyadi, MP dan Ir. Andreas Gunapradangga.

 

Ketua Program Studi Ilmu Tanah, Dr. Ir. Sudadi, MP mengemukakan bahwa kegiatan talk show diselenggarakan dalam rangka memperingati World Soil Day 2017 yang jatuh pada tanggal 5 Desember. Kegiatan talk show dilaksanakan dengan dilatarbelakangi keprihatinan banyaknya lahan yang rusak/ terdegradasi karena akibat erosi, polusi dll. Degradasi lahan merupakan akibat dari pengolahan lahan yang tidak memikirkan keberlanjutannya.

Prof. Dr. Ir. Supriyadi, MP dalam kesempatan tersebut lebih menekankan pentingya komitmen semua unsur, baik pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat untuk mengembalikan fungsi tanah/lahan. “Mengembalikan fungsi lahan/tanah dengan cara hijrah ke soil security/konservasi tanah dengan menata diri melakukan penanaman atau rebosisasi”.

 

“Banyak daerah mempunyai lahan yang rusak atau sakit, namun juga tidak mampu menyediakan lahan abadi karena tidak bisa memberikan kompensasi kepada petani”.

 

Prof. Supriyadi juga  mengkritisi adanya fenomena bonus demografi pada tahun 2035 mendatang, dimana usia produktif akan lebih banyak, maka akan berimbas kepada meningkatnya kebutuhan pangan. Meningkatnya kebutuhan pangan maka harus diimbangi dengan tersedianya lahan pertanian yang cukup.

 

Prof. Supriyadi  juga mengajak mahasiswa agar menggandeng desa binaan atau mitra untuk melakukan kegiatan konservasi tanah/lahan.