Info Pertanian: Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Ternak Tropis Terpadu Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0 | Kuliah Umum ‘HOW TO BE AN INTERNATIONAL SCIENTIST` A Story of The Development of Advanced Microwave Remote Sensing Technology’ | Sosialisasi Budidaya Pisang Hasil Kultur Jaringan di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar | MNC Bank Goes To Campus, Edukasi Mahasiswa Agribisnis FP UNS | Mahasiswa FP UNS Raih Medali Emas di Ajang World Invention and Technology Expo |

Mahasiswa FP UNS Raih Medali Emas di Ajang World Invention and Technology Expo

Tim dari Program Studi D3 Agribisnis Fakultas Pertanian UNS berhasil meraih medali emas dalam ajang The 2nd World Invention and Technology Expo (The2nd WINTEX). The 2nd WINTEX diadakan oleh INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association) di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta., 9-12 Oktober 2019. Kompetisi The 2nd WINTEX merupkan pameran produk berkelas Internasional yang diikuti oleh berbagai negara di dunia dan kampus perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Tema yang diangkat dalam ajang kompetisi kali ini adalah tentang inovasi dan teknologi.

Tim dari Fakultas Pertanian UNS terdiri dari 3 anggota diantaranya adalah kami Ruby Agil Hasan (D3 Agribisnis Agrofarmaka 2017), Muh. Taufiek Heryansah (D3 Agribisnis Hortikultura 2018), Panji Karuniatama Putra (D3 Agribisnis Hortikultura 2018).

Salah seorang anggota tim, Muh Taufik Heryansah mengemukakan bahwa dalam kompetisi ini dia mengangkat inovasi produk dengan judul adalah MENGOPTIMALKAN POTENSI AMPAS TEH, LIMBAH  SAYUR PASAR DAN KOTORAN TERNAK SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DI DESA KEMUNING, KARANGANYAR.

“Yang melatarbelakangi inovasi tersebut adalah keberadaan limbah ampas teh di daerah Kemunig Karanganyar yang cukup berlimpah dan juga Kemuning merupakan daerah di Karanganyar dengan pengahasil teh terbanyak”.

Di samping itu mata pencaharian penduduk disekitarnya juga merupakan peternak hewan seperti kambing, sapi ataupun kerbau dan juga menghasilkan limbah berupa kotoran ternak, dan tidak kalah berpotensinya dengan terdapatnya pasar tradisional Kemuning dimana disitu merupakan sayur-sayuran dari petani langsung di dijual di pasar tersebut setelah panen dan tidak dapat dipungkiri hal itu mengakibatkan banyak juga sayuran yang kadang terbuang percuma ataupun busuk dan hanya di biarkan, dari hal tersebut yang melatarbelakangi Tim kami untuk membuat Inovasi pupuk Cair dari 3 komponen bahan dasar tersebut.”

Selain mendapatkan medali emas, produk dari tim dari Fakultas Pertanian UNS juga mendapatkan Special Award dari Kementerian Riset dan Teknologi Pemerintah Sri Lanka.