Info Pertanian: Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Ternak Tropis Terpadu Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0 | Kuliah Umum ‘HOW TO BE AN INTERNATIONAL SCIENTIST` A Story of The Development of Advanced Microwave Remote Sensing Technology’ | Sosialisasi Budidaya Pisang Hasil Kultur Jaringan di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar | MNC Bank Goes To Campus, Edukasi Mahasiswa Agribisnis FP UNS | Mahasiswa FP UNS Raih Medali Emas di Ajang World Invention and Technology Expo |

Mahasiswa FP UNS Raih Juara LKTI, Berkat Inovasi Teh dari Kulit Ari Kacang Hijau

Tim dari  Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS)  berhasil meraih juara 3 dalam ajang NASA (National Scientific Days) 2019 yang digelar di Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang pada 4-6 Oktober 2019.

Tim terdiri dari 3 Mahasiswa yaitu Cahyo Bagus Tri Nugroho, Ainina Izzati dan Lusi Hikmawati,  mereka berhasil meraihi juara 3 dan predikat Best Paper dalam ajang tersebut melalui karya tulisnya yang berjudul ‘Thedjo (Teh Kulit Ari Kacang Hijau) Inovasi Pengolahan Limbah Kulit Ari Kacang Hijau Untuk Mewujudkan Zero Waste pada Industri Bakpia Jogjakarta’

Cahyo Bagus Tri Nugroho menjelaskan bahwa yang melatarbelakangi  mengapa dia mengangkat permasalahan ini adalah belum adanya pemanfaatan kulit ari kacang hijau pada proses pembuatan produk bakpia.

“Latar belakangnya itu karena banyak di sentra industri bakpia yang limbahnya berupa kulit ari yang belum dimanfaatkan. Nah, padahal kandungan pada kulit ari itu masih banyak, untuk itu saya punya ide untuk memanfaatkanya selain itu kan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sana.”

Selanjutnya, Cahyo juga menjelaskan secara ringkas tahap-tahap pengolahan limbah kulit ari kacang hijau hingga akhirnya siap dikemas.

“Tahapnya pengumpulan pencucian sama penyortiran. Kemudian, pelayuan untuk mengurangi kadar air, pengeringan dengan cara penyangraian sampai warnanya berubah coklat dan yang terakhir adalah pengemasan,” tambah Cahyo.

Cahyo berharap inovasinya ini dapat dikembangkan menjadi lebih besar dengan skala industri.“Harapan kedepan, ada dana untuk mengembangkan produk ini dalam skala industri sehingga dapat mengurangi limbah dan tentunya meningkatkan pendapatan masyarakat.