Info Pertanian: Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Ternak Tropis Terpadu Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0 | Kuliah Umum ‘HOW TO BE AN INTERNATIONAL SCIENTIST` A Story of The Development of Advanced Microwave Remote Sensing Technology’ | Sosialisasi Budidaya Pisang Hasil Kultur Jaringan di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar | MNC Bank Goes To Campus, Edukasi Mahasiswa Agribisnis FP UNS | Mahasiswa FP UNS Raih Medali Emas di Ajang World Invention and Technology Expo |

Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS Sabet Penghargaan Gold Medal di Ajang Japan Design, Idea, and Invention Expo 2019 di Tokyo

Lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta berhasil menyabet penghargaan di ajang kompetisi inovasi karya di Jepang. Kelima mahasiswa yang masih berada di semester empat tersebut antara lain empat mahasiswa dari fakultas pertanian, program studi Agroteknologi angkatan 2017, yaitu Rizhal Akbar Jaya Pratama, Nor Isnaeni Dwi Arista, Rahma Amira Zhalzabila Wakak Megow dan Hifqi Himawan serta Sofia Oka Rodiana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan prodi Pendidikan Kimia.

Mereka berhasil membawa medali emas dalam kompetisi “Japan Design, Idea & Inention Expo” di Tokyo Washington Hotel, Tokyo, Jepang. Dalam event yang diadakan oleh World Invention Intelectual Property Associations mereka yang tergabung dalam Studi Ilmiah Mahasiswa UNS ini menciptakan BONGI : Mosquito Killer yaitu spray untuk membunuh nyamuk yang terbuat dari kotoran kerbau.

Tidak sekedar untuk mengusir nyamuk, namun spray yang mereka ciptakan ini mampu membunuh nyamuk. Tepat tanggal 15-17 Juni 2019 ,  tim UNS ini menpresentasikan karya yang mereka buat di hadapan dewan juri dan juga finalis lomba dari berbagai negara, seperti Canada, Iran, Taiwan, Korea, Hongkong, Cambodia, Sudan, Saudi Arabia, Chengdu, Malaysia, Vietnam dan lain-lain.

Rizhal Akbar Jaya Pratama menyampaikan “Gagasan pembuatan produk BONGI : Mosquito Killer muncul ketika empat mahasiswa Agroteknologi melakukan praktikum di Karanganyar yang melihat kotoran kerbau tak termanfaatkan oleh masyarakat”.

“Sejauh ini kotoran kerbau baru dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau pupuk kandang. Hal ini menjadikan mahasiswa UNS ini untuk menyulap kotoran menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat Karanganyar,  Jawa Tengah”.

“Berkat dukungan dari Dosen Pembimbing, Kepala Prodi Agroteknologi, dan jajaran Dekanat menambah semangat mahasiswa UNS. Dengan inovasi ini kami berharap dapat menjadi motor penggerak minimal di prodi dan dapat melakukan publikasi jurnal internasional”, demikian ditambahkan mahasiswa prodi Agroteknologi tersebut.