Info Pertanian: Dukung Pertumbuhan Agrosociopreneur Bidang Pertanian, Petrokimia Gresik Sambangi FP UNS | KPPU Edukasi Mahasiswa FP UNS Tentang Hukum Persaingan Usaha | Kuliah Umum Pemberdayaan Petani melalui Jejaring Agribisnis | FP UNS Launching Program Studi Pengelolaan Hutan | Pekan Kuliah Tamu : FP UNS Hadirkan Pakar dari Tiga Negara |

Kuliah Umum Pemberdayaan Petani melalui Jejaring Agribisnis

Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS Selasa, 10 September 2019 menggelar kuliah umum dengan mengangkat tema “Social Capital onfarm Community Empowering trough Networking Program of Agribusiness”. Narasumber dalam kuliah umum ini adalah Teuku Afrizal, Ph.D, seorang pengajar senior sekaligus peneliti senior dari Universiti Malaysia Sabah.   Hadir memenuhi ruangan dalam kuliah umum tersebut adalah mahasiswa dan  dosen Program Studi Agribisnis FP UNS.

Dalam paparannya Teuku Afrizal, Ph.D menyampaikan materi mengenai pengalaman penelitian lapang dan studi kasus pembangunan komunitas taman guru di kota Bharu, Kelantan, Malaysia. Dikemukakan bahwa konsep modal sosial merupakan wujud dari gagasan sesuatu hal yang tidak mungkin bagi sebuah komunitas untuk menyelesaikan persoalan mereka secara individu.

Berkaitan dengan kondisi petani di Indonesia Teuku Afrizal  manekankan pentingnya pemberdayaan modal sosial dan pembentukan komunitas seperti kelompok tani. Banyak manfaat dan alasan mengapa harus membentuk komunitas seperti kelompok tani karena dapat mengembangkan usaha tani; memperluas pemasaran hasil; memperoleh informasi pertanian atau inovasi teknologi pertanian; bertukar pengalaman; dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Sedangkan modal sosial sendiri tersusun dari beberapa elemen diantaranya adalah faktor kepercayaan, jaringan sosial dan wujud saling bantu membantu.

Sedangkan tujuan dari pembentukan komunitas kelompok petani antara lain : bisa mempererat  silaturahim; saling membantu; saling menolong; belajar mendengarkan pendapat orang lain; belajar menyampaikan pendapat dan pikiran; belajar memimpin dan saling bekerjasama.

“Pemberdayaan modal sosial memerlukan komitmen, dedikasi dan merupakan tanggungjawab untuk dilaksanakan secara berintegrasi oleh stakeholders yang terkait dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial  lainnya”