oleh : Sudiyono dan Eka Handayanta Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta

Jurusan :

Kategori : Caraka Tani

Volume : XXV No.1 Maret 2010

Kata kunci :

Dibaca: 552 kali

Didownload: 3101 kali


Abstrack :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari tempat pembuangan sampah akhir ( TPA) Putri Cempo Surakarta sebagai sumber pakan sapi potong. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan di beberapa lokasi antara lain 1) TPA sampah “Putri Cempo” Mojosongo Surakarta, untuk pengambilan sampel sampah 2) Laboratorium Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan UGM untuk analisis proksimat (kandungan nutrien) sampel sampah (organik), 3). Laboratorium Pengujian Veteriner Balai Besar Veteriner  (BBVET), Wates Yogyakarta untuk analisis kandungan logam berat (Pb dan Hg) pada sampah organik. Hasil pengambilan sampel (sampling) sampah yang dibuang ke TPA “Putri Cempo” dan dipisahkan   antara sampah organik dan sampah anorganik, terlihat bahwa jumlah sampah organik jauh lebih banyak daripada yang anorganik. Jumlah sampah organik dari masing-masing sumber sampah yang dibuang di TPA, diantaranya sampah domistik   adalah 63,82%, sampah pasar adalah  83,21% dan sampah umum 67,53%. Hasil analisis proksimat terlihat bahwa kandungan protein (PK)  sampah organik  berkisar antara 10,00 – 12,79%. dan bahan kering (BK) 26,88-34,01 %. Berdasarkan kandungan bahan keringnya, maka total BK sampah organik selama 5 (lima) tahun terakhir adalah berkisar antara 15,81 – 16,56 ribu ton/tahun, jika diasumsikan bakalan sapi potong yang digemukan dengan bobot badan 300 Kg/ekor dan kemampuan mengkonsumsi pakan (dalam BK) sebesar 3% bobot badan (9 Kg/ekor/hari atau 3.285 Kg/ekor/tahun)  maka  sampah organik tersebut dapat mencukupi 4812 – 5041  ekor. Kandungan logam berat Timbal atau Plumbum (Pb) dari sampah organik yang dibuang ke TPA “Putri Cempo” Surakarta sebesar 12,34 ppm adalah cukup tinggi. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini bahwa TPA  Putri Cempo Surakarta, potensial sebagai sarana penggembalaan ternak sapi potong, mengingat jumlah sampah organik (Bahan Kering) yang dibuang  secara kuantitatif cukup besar yakni 15,81 – 16,56 ribu ton /tahun dan secara kaulitatif masih mengandung nutrien yang cukup baik yang  dapat dimanfaatkan oleh sapi potong, akan tetapi tercemar oleh Timbal atau Plumbum (Pb), tetapi tidak tercemar oleh Mercury atau Hydrogyrum (Hg).        



Download file

kembali