oleh : Rohula Utami Kawiji 1) , 1) , Erwin Nur Himawan 2)., 1) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret 2) Alumni Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Un

Jurusan : ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

Kategori : Teknologi Hasil Pertanian

Volume : IV. No. 2 Agustus 2011

Kata kunci : aktivitas antioksidan , ekstrak jahe, kapang, “sale pisang basah”, umur simpan

Dibaca: 1869 kali

Didownload: 2028 kali


Abstrack :

pengaruh Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perendaman larutan jahe terhadap umur simpan, aktivitas antioksidan, total fenol, dan penerimaan konsumen sale pisang basah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan berdasarkan perbedaan konsentrasi ekstrak jahe. Adapun perlakuan tersebut yaitu kontrol/tanpa perendaman larutan jahe, ekstrak jahe 5:100, ekstrak jahe 10:100, ekstrak jahe 15:100, dan ekstrak jahe 20:100. Penelitian menggunakan lima macam analisis yang terdiri dari analisis aktivitas antioksidan, total fenol, kadar air, total kapang, dan penerimaan konsumen. Analisis aktivitas antioksidan dan total fenol dilakukan terhadap sampel sale pisang basah tanpa penyimpanan, namun untuk analisis kadar air dan total kapang dilakukan pada sale pisang basah dengan penyimpanan hari ke 0, 5, 10, 15, dan 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa umur simpan sale pisang basah meningkat setelah direndam dalam larutan jahe sehingga menjadikan produk tersebut lebih awet. Aktivitas antioksidan dan total fenol pada sale pisang basah secara berurutan dari yang paling kecil adalah sampel tanpa perendaman, ekstrak jahe 5:100, ekstrak jahe 10:100, ekstrak jahe 15:100, dan ekstrak jahe 20:100. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa secara keseluruhan sale pisang basah yang paling disukai adalah sampel dengan konsentrasi larutan jahe 10:100.



Download file

kembali