Info Pertanian: Mahasiswa FP UNS Raih Medali Emas di Ajang World Invention and Technology Expo | Mahasiswa FP UNS Raih Juara LKTI, Berkat Inovasi Teh dari Kulit Ari Kacang Hijau | Motivasi Mahasiswa di Dunia Karir dan Bisnis, FP UNS Hadirkan Para Profesional | Inisiasi Gerakan Ibu Rumah Tangga Peduli Sampah, Mahasiswa FP UNS Raih Juara Nasional | Kuliah Umum : “AIM” Pola Berfikir Kreatif Ala Pengusaha |

Inisiasi Gerakan Ibu Rumah Tangga Peduli Sampah, Mahasiswa FP UNS Raih Juara Nasional

Tidak hanya sekedar ajang kompetisi namun sekaligus implementasi dari  Tri Darma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Tim dari Fakultas Pertanian UNS yang terdiri dari Lismira Fitri (D3 THP 2018), Rr. Ilma Kusuma (PKP 2017), dan Uswatun Hasanah (PKP 2018) pada tanggal 25-30 September 2019 mengikuti kompetisi Bakti Desa Nasional 2019 yang merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (BEM KM FKM UNSRI) Palembang. Pengabdian ini diselenggarakan di Desa Rantau Panjang Ulu. Desa Rantau Panjang Ulu merupakan salah satu dari 12 Desa di wilayah Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan .

Kegiatan ini mengajak mahasiswa dari seluruh Indonesia yang terpilih dari seleksi proposal action plan yang diajukan  untuk mengabdi dan berbagi manfaat kepada masyarakat Desa Rantau Panjang Ulu. Lismira, dkk membuat suatu rancangan inovasi dari pemecahan masalah Desa Rantau Panjang Ulu, dimana di Palembang sendiri, peningkatan jumlah sampah naik tajam dari 700 ton per hari menjadi 1.200 ton per hari.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan Kota Palembang Agung Nugroho, bahwa  peningkatan siginifikan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan kota yang pesat dari sisi jumlah penduduk hingga aktivitas ekonomi. Selain itu peningkatan sampah yang terjadi akibat adanya tambahan sampah dari kota atau kabupaten lain.

Sedangkan Desa Rantau Panjang Ulu sendiri sampah hasil rumah tangga ataupun beberapa usaha, banyak yang dibuang sembarangan, dibakar, bahkan selama Lismira, dkk  4 hari tinggal bersama ibu asuh di salah satu rumah warga hampir seluruh keluarga disana membuang sampah nya ke sungai. Ditambah Desa Rantau Panjang Ulu belum terjangkau truk pengangkut sampah dan belum adanya tempat pembuangan akhir (TPA). Sehingga perlunya kesadaran dan gerakan masyarakat untuk memanfaatkan sampah dan mendaur ulang menjadi bahan dengan nilai guna tinggi. Ibu rumah tangga sebagai pengatur  limbah rumah tangga sangat diperlukan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dengan baik.

Tim UNS mempresentasikan dan mengimplementasikan karya yang mereka buat dihadapan dewan juri dan finalis lain dari berbagai perguruan tinggi  yang ada di Indonesia. Tim UNS berhasil meraih juara 2 Nasional Action Plan Bakti Desa Nasional dan bisa menyingkirkan tim dari perguruan tinggi lainnya.

Melalui karyanya  “GARUDA (Gerakan Ibu Rumah Tangga Peduli Sampah): Ecosociopreneurship Berbasis Sampah Kresek Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Rantau Panjang Ulu”, tim UNS mendapatkan apresiasi dari Kepala Desa setempat.

Berkat dukungan dari dosen pembimbing, dekanat Fakultas Pertanian, dan yang lainnya bisa menambah semangat kami, serta diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa yang lain untuk bisa berprestasi dan bermanfaat bagi Ibu Pertiwi” demikian disampaikan Lismira Fitri.