Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Kuliah Umum : Masalah dan Tantangan Membangun Desa Secara Partisipatif | Kesempatan Berkarir di PT. Sinar Mas | Kesempatan Berkarir Di Gama Plantation | Kesempatan Berkarir di PT. WILMAR | Kemauan untuk Berubah, Kunci Sukses di Era Milenium |

Ikatan BEM Pertanian Se-Indonesia Bina Desa Pereng, Mojogedang

 

“Kabupaten Karanganyar dengan program industri, pertanian dan pariwisata (INTANPARI) telah mengembangkan 15 desa yang tersebar di 5 kecamatan diantaranya di Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih dan Mojogedang menjadi kawasan sentra beras organik” demikian dikemukakan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, SP saat menghadiri seminar nasional “Peran Generasi Muda dalam Proses Revitalisasi Pertanian Indonesia” Rabu, 31 Mei 2017 di Kampus Fakultas Pertanian UNS.

 

Seminar Nasional ini merupakan kerjasama antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UNS dengan Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI). Seminar nasional merupakan satu dari serangkaian kegiatan yang dilakukan IBEMPI dengan tajuk Bina Desa Nasional 2017. Pada program Bina Desa Nasional  tahun 2017 Fakultas Pertanian UNS menjadi tuan rumah dan rangkaian kegiatan ini dihadiri oleh anggota IBEMPI dari seluruh Indonesia dan tidak kurang dari 25 perguruan tinggi pertanian hadir di UNS.  Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar merupakan fokus lokasi dari rangkaian kegiatan Bina Desa Nasional IBEMPI  yang akan dilaksanakan 1 s/d 3 Juni 2017.

 

 

Program Bina Desa Nasional Ikatan Bem Pertanian Indonesia merupakan sebuah program yang dilakukan sebagai bentuk pengabdian, bentuk tanggung jawab sosial dan implementasi serta tindakan riil dalam menjalankan Tri-Dharma perguruan tinggi khususnya pengabdian. Bina desa merupakan salah satu bentuk dari pengembangan masyarakat dengan metode bottom-up yaitu masyarakat menjadi pelaku utama dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh desanya sendiri sedangkan mahasiswa hanya berfungsi sebagai fasilitator.

 

Seminar nasional dihadiri pembicara Ir. Andreas Gunapradangga (owner PT. Agrikencana Prakarsa); Ir. Siti Maesaroh, M.Si (Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Kab. Karangnayar); Prof. Dr. Ir. Suntoro, M.S. (Guru Besar Fakultas Pertanian UNS).

 

 

Dalam pemaparannya Ir. Andreas Gunapradangga mendorong mahasiswa agar mempunyai nilai lebih sehingga mahasiswa dapat “menjual dirinya” didunia kerja yang semakin kompetitif. Narasumber yang juga merupakan alumni program studi Ilmu Tanah Fak. Pertanian UNS memotivasi mahasiswa untuk menciptakan usaha sendiri dan tidak tergantung pada orang lain.

 

Pada kesempatan selanjutnya Prof. Suntoro menyampaikan bahwa “Sektor pertanian pada era sekarang ini tidak begitu dihargai, karena dianggap hanya sebagai penyedia pangan saja. Padahal pertanian selain sebagai penyedia pangan namun juga multi fungsi antara lain sebagai stabilitas lingkungan”.

 

“Dalam menghadapi krisis ekonomi nasional pada tahun 1997/1998 yang lalu, sektor pertanian terbukti sebagai sektor yang paling bisa bertahan bila dibanding dengan sektor industri” demikian ditambahkan Prof. Suntoro yang juga merupakan Ketua Senat UNS.