Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Rekruitmen Tenaga Pendamping Mahasiswa / Alumni | FAPERTA Raih Juara I Lomba Kinerja Antar Fakultas/PPs | FAPERTA dan Korem Warastratama Sinergi Siapkan Lahan Agrowisata dan Arboretum | VISITASI BORANG KINERJA | Sistem Pertanian Berkelanjutan Solusi Terciptanya Ketahanan Pangan |

FP UNS Terima Kunjungan Indonesian Rainforest, Lacon Quality (India) dan Natural Life International (Jerman)

Pimpinan FP UNS pada tanggal 29 Januari 2015, diwakili oleh Prof. Dr. Samanhudi bersama beberapa jajaran staf FP, yaitu Prof. Dr. Hadiwiyono, Dr. Susilo Hambeg Poromarto, Dr. Mujiyo, Retno Wijayanti, MSi, dan Komariah, PhD menerima kunjungan dari delegasi Indonesian Rainforest (Dr. Agus Suryono, MM , Dr. John A. Quayle dan tim), Prof. Friedhelm goeltenboth dari Natural Life International, Jerman, serta Dr. Bobby Isaac dari Lacon Quality International, India. Sebelum berdiskusi lebih lanjut di FP UNS, seluruh tim terlebih dahulu melakukan kunjungan ke cluster Biofarmaka di Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar yang diketuai oleh Bapak Suparman. Selain di kantor biocluster, seluruh tim juga melakukan survey ke beberapa lokasi pembudidayaan tanaman biofarmaka secara organik di Kabupaten Karanganyar.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk membantu cluster petani biofarmaka di Kabupaten Karanganyar mendapatkan sertifikasi organik dari Eropa sehingga mendorong ekspor produk-produk biofarmaka Kab. Karanganyar ke Eropa, terutama Jerman. Dr. Bobby Isaac, Direktur Lacon Quality International yang merupakan badan sertifikasi organik International Jerman yang berkedudukan di India memberikan banyak penjelasan dan training kepada pihak FP UNS yang nantinya diharapkan menjadi internal auditor untuk proses sertifikasi organik eropa ini. Sedangkan sponsor utama upaya sertifikasi organik ini adalah Natural Life International dan Indonesian Rain Forest. Selain untuk lebih mendorong market produk-produk lokal Indonesia ke pasar internasional, tujuan utama pihak sponsor membiayai upaya sertifikasi ini adalah untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan dari degradasi akibat praktik eksploitasi lahan yang tidak ramah lingkungan. Petani biofarmaka di kabupaten karanganyar menyambut baik niatan tersebut dan menyatakan akan berupaya seoptimal mungkin guna meraih  sertifikasi tersebut, demikian disampaikan oleh Bpk. Ahmad Yani, salah seorang anggota cluster biofarmaka dari Kec. Ngargoyoso.

Selain membahas mengenai sertifikasi organik tersebut, kunjungan ini juga membahas mengenai kemungkinan penyelenggaraan International Conference tertutup mengenai pertanian, hutan dan lingkungan di UNS pada September atau Oktober 2016 yang akan disponsori oleh pihak Natural Life International, Jerman.