Info Pertanian: SELEKSI PWMP TAHUN 2020 | Angkat KKN di Daerah Perbatasan, Dosen UNS Raih ADI Award 2020 | FP UNS dan UNAS Kolaborasi Lakukan Training Survei Primata | Siswa SMAN 1 Cikampek Mendapat Banyak Manfaat Setelah Berkunjung di FP UNS | Nama lengkap calon peserta magang Jepang Daichi Sapporo |

FP UNS dan UNAS Kolaborasi Lakukan Training Survei Primata

Jumlah jenis primata di dunia saat ini diperkirakan sekitar 250 jenis, tersebar dan sebagian besar ditemukan di negara-negara yang mempunyai ekosistem hutan hujan tropis, seperti Brazil, Columbia, Madagaskar, India, dan Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat penting dalam konservasi primata di dunia, karena memiliki keragaman jenis primata yang tinggi, termasuk primata endemik. Keadaan geografis Indonesia yang berupa kepulauan, mendukung hal tersebut, Indonesia memiliki sekitar 60 jenis primata, dan 26 jenis diantaranya merupakan primata endemik yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Primata adalah bagian dari kelompok mamalia di hutan tropis. Banyak diantaranya adalah jenis diurnal, dibandingkan dengan taxa yang lain, primata berukuran relatif besar, mudah diamati, sehingga banyak jenis-jenis primata sudah di teliti dengan baik, namun seringkali di tingkat site, informasi ilmiah masih sangat sedikit atau tidak tersedia sama sekali.

Provinsi Jawa Tengah, diketahui memiliki jenis-jenis primata endemik Jawa, bahkan beberapa diantaranya tersebar hanya sampai perbatasan dengan Jawa Timur. Jenis-jenis primata di Jawa Tengah, adalah: monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung hitam (Trachypithecus mauritus), owa jawa (Hylobates moloch), rek-rekan (Presbytis comata fredericae) dan primata nocturnal, kukang jawa (Nycticebus javanicus). Namun informasi sebaran dan populasi primata-primata tersebut, masih sebatas di lokasi-lokasi tertentu, antara lain Pegunungan Dieng (Pekalongan) dan Merbabu.

Beberapa hal di atas yang mendasari Pusat Riset Primata Universitas Nasional bekerjasama dengan Program Studi Pengelolaan Hutan Fakultas Pertanian UNS menginisiasi kegiatan Training Survei Primata yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian UNS, Kamis 6 Februari 2020 dan dilanjutkan di Tawangmangu, pada Jum’at 7 Februari 2020. Training diikuti peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi Pengelolaan Hutan FP UNS, dosen dan mahasiswa Prodi Biologi FMIPA UNS, KPH serta BKSDA Propinsi Jawa Tengah.

“Training dilaksanakan dengan sasaran civitas akademika seperti dosen dan mahasiswa dalam lingkup Ilmu Kehutanan dan Biologi serta KPH dan BKSDA Jawa Tengah” demikian disampaikan Dr. Sri Suci Utami Atmoko, Ketua Pusat Riset Primata Universitas Nasional.

“Estimasi populasi dan monitoring primata umumnya dilakukan untuk mengetahui distribusi dan populasi primata yang terdapat di dalam kawasan tertentu. Primata dipilih karena kelompok satwa tersebut memiliki fungsi di alam sebagai spesies indikator kesehatan ekosistem, mereka juga berfungsi sebagai penyebar biji.”

‘Survei ini didasari atas adanya informasi keberadaan primata di beberapa kawasan di Jawa Tengah, namun belum teridentifikasi secara ilmiah, baru sebatas informasi masyarakat, maka kami bertujuan untuk melaksanakan pelatihan survei primata, dengan harapan, kedepannya kita dapat melakukan kegiatan survei berdasar metode yang sama yang telah diterapkan di wilayah lainnya,” demkian ditambahkan Dr. Sri Suci yang juga merupakan narasumber utama pada training ini.