Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Impikan Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup di Pondok Pesantren, Mahasiswa FP Raih Juara | Mahasiswa PKP Juarai Ajang PHINISI di Makassar | Pekan Dosen Tamu : FAPERTA Hadirkan Pakar dari 4 Negara | Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan Ilmu Pangan dan Rekayasa Proses : Perspektif Terkini dan Tantangan Ke depan | FAPERTA Hadirkan Peneliti Aplikasi Metabolomik Universitas Osaka Jepang |

FGD “Swasembada Pangan Masa Presiden Soeharto”

Fakultas Pertanian UNS, Rabu 18 April 2018, mendapat kehormatan dari Museum  Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti sebagai penyelenggara diskusi terumpun (Forum Group Discussion) dengan mengangkat tema “Swasembada Pangan Masa Presiden Soeharto”. Diskusi terumpun dilaksanakan di UNS Inn dengan agenda mendiskusikan kebijakan dan strategi kebijakan pangan di era kepemimpinan Presiden Soeharto mengenai swasembada beras pada tahun 1984.

Diskusi ini dilaksanakan dengan latar belakang keberhasilan  Indonesia pada tahun 1969 mampu memproduksi beras sekitar 12,2 juta ton beras, sementara pada 1984, bisa mencapai 25,8 juta ton beras. Kesuksesan ini mengantarkan Presiden Soeharto diundang berpidato di depan Konferensi ke-23 FAO (Food and Agriculture Organization) / Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), di Roma, Italia, 14 November 1985. Diskusi terumpun ini merupakan salah satu kegiatan Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yang bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam rangka melakukan kajian pangan untuk menambah pengetahuan, khususnya pengetahuan sejarah yang melekat pada keberhasilan swasembada beras sehingga meraih medali dari FAO dan sebagai upaya memperkaya dan melengkapi khasanah ilmu pengetahuan yang dikaitkan dengan hasil-hasil koleksi museum yang sudah diregistrasi dan diinventarisasi.

Selain itu, kegiatan diskusi terumpun ini merupakan salah satu upaya penyebarlauasan informasi terhadap koleksi-koleksi yang ada pada museum, khususnya koleksi medali FAO. Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yang baru berumur 3 (tiga) tahun hingga saat ini baru memiliki koleksi yang berjumlah kurang lebih 300 buah koleksi. Koleksi-koleksi tersebut merupakan representasi  keberhasilan para presiden yang telah purna bakti dalam memimpin Indonesia yang terbagi dalam 6 cluster koleksi presiden. Salah satu cluster presiden adalah Cluster Presiden Soeharto. Di dalam Cluster Presiden Soeharto terdapat beberapa koleksi yang ditampilkan seperti bintang-bintang penghargaan presiden, pakaian kenegaraan presiden, benda-benda pribadi, serta medali penghargaan. Salah satu keberhasilan Presiden Soeharto pada masa pemerintahannya, beliau dianugerahi medali dari FAO atas berhasilnya swasembada beras.

Diskusi terumpun menghadirkan narasumber Ir. Soetarto Alimoeso, MM (mantan Kabulog ); Drs. Agung Sujatmoko, MM (Ketua Harian Dekopin Pusat) dan dihadiri peserta dari perguruan tinggi pertanian  yang tergabung dalam FKPTPI  (Forum  Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian se-Indonesia BKS wilayah timur ). Kegiatan diskusi terumpun ini diharapkan diharapkan dapat memperkaya khasanah pengetahuan dan dapat memberikan pemikiran dan strategi untuk penentuan kebijakan khususnya sektor pertanian.  Selain itu, kebijakan dan strategi kebijakan pangan di era kepemimpinan Presiden Soeharto dapat ditelaah dan dilaksanakan untuk era saat ini, sehingga salah satu nawacita Presiden Ir. Joko Widodo, Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 dapat tercapai.