Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | DAFTAR NAMA LOLOS SELEKSI PENGAWALAN/PENDAMPINGAN APBN-P 2017 | SemNas : Mau Dibawa Kemana Penyuluhan Pertanian Indonesia | Rachmad Adi Riyanto, alumni Bidikmisi UNS lulus “ Distinction ” di Inggris | REKRUITMENT UPSUS HORTI 2017 | FAPERTA Gandeng Alumni, Bekali Mahasiswa Agar Sukses Di Dunia Kerja |

FAPERTA Siapkan Pendamping Upsus Swasembada PAJALE

Dalam rangka mencapai ketahanan pangan nasional, negara harus mandiri dan berdaulat dalam menentukan kebijakan pangannya sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya. Sebagai upaya mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan tersebut, Kementerian Pertanian menjabarkan melalui kebijakan pembangunan pertanian dalam program “swasembada padi, jagung dan kedelai”. 

 

Program tersebut diharapkan dapat dicapai pada tahun 2017 dengan target produksi tahun 2015 untuk sebesar padi 73.4 juta ton, jagung 20 juta ton dan kedelai 1.2 juta ton. Target produksi tersebut dapat dicapai dengan cara menetapkan upaya khusus peningkatan produksi dengan kegiatan antara lain : rehabilitasi jaringan irigasi tersier, penyediaan alat dan mesin pertanian, penyedia dan penggunaan benih unggul, penyediaan dan penggunaan pupuk berimbang, pengaturan musim tanam dengan menggunakan kalender musim tanam, dan pelaksanaan proram gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu (GPPTT).

 

Kegiatan tersebut dapat terimplementasi dengan bantuan tenaga pendamping yang berpartisipasi aktif dalam membantu peningkatan kinerja penyuluh pertanian di daerah yang berpotensi sebagai penyedia pangan nasional. Oleh karena itu, peningkatan produksi pangan di daerah tersebut dilakukan dengan proram-program yang mendukung tercapainya swasembada padi, jagung dan kedelai tahun 2017.

 

Fakultas Pertanian UNS sebagai salah satu lembaga perguruan tinggi pertanian tentunya ikut mendorong dan mendukung sepenuhnya program pemerintah tersebut. Sebagai implementasi Fakultas Pertanian UNS bekerjasama dengan kementerian Pertanian melakukan program pendampingan kepada mahasiswa/alumni, program ini dilakukan dalam rangka mensukseskan pendampingan upaya khusus (Upsus) swasembada padi, jagung, kedelai, bawang merah, aneka cabai, tebu  dan daging di wilayah Jawa Tengah khususnya Soloraya yang meliputi kabupaten disekitarnya seperti Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo dan Sragen.

Sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan pendampingan kepada petani, mahasiswa/alumni mendapatkan bekal berupa bimbingan teknis  yang bermaterikan : tentang kebijakan program pendampingan serta materi teknis lainnya tentang budidaya komoditas pertanian; kesehatan hewan dan materi lainnya yang relevan. Bimbingan teknis dilakukan dari  tanggal 5 – 9 April 2017 di Fakultas Pertanian.

“Bimbingan teknis diikuti sejumlah 38 peserta dari UNS, UGM, dari beberapa PT yang lain, sedangkan pemateri dari dosen di Fakultas Pertanian UNS. Adapun tujuannya  adalah untuk menyiapkan peserta sebelum terjun di lapangan” demikian diungkapkan Hery Widijanto, SP, MP Wakil Dekan Bidang Kemahaiswaan dan Alumni FP UNS saat pembukaan bimtek.