Info Pertanian: UNS Dorong Petani Temanggung Tingkatkan Mutu Kopi | Perpanjangan Jadwal Open Recruitment Trainer Training Softskill | Ciptakan “Rumah Pintar Berbasis Edukasi Pertanian” Mahasiswa UNS Juarai LKTI-A | Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS Sabet Penghargaan Gold Medal di Ajang Japan Design, Idea, and Invention Expo 2019 di Tokyo | Pendaftaran Beasiswa PPA Tahun 2019 |

FAPERTA Latih Staf Tanggulangi Kebakaran

Jum’at, 3 Mei 2019 Fakultas Pertanian bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Upaya Pemadaman Kebakaran. Sosialisasi dan pelatihan bertempat di halaman parkir Fakultas Pertanian UNS dan diikuti tenaga pendidik dan kependidikan.

Sebagai narasumber adalah Hariyanto dari Unit Pencegahan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo. Mengawali sosialisasi  peserta mendapatkan pemaparan materi seputar penyebab kebakaran, upaya pencegahan kebakaran, upaya mengatasi kebakaran dan seputar penghetahuan mengenai alat pemadam api ringan (APAR).

Dalam kesempatan tersebut Hariyanto menyampaikan bahwa 65 % kebakaran yang terjadi disebabkan oleh arus listrik. “Penyebabnya adalah pemakain beban yang berlebihan, cara penyambungan kabel yang tidak sempurna, perlengkapan yang tidak standar, pembatas arus yang tidak sesuai, adanya kebocoran isolasi, listrik statis dan terjadinya sambaran petir”

Hariyanto juga berpesan tentang  pentingnya intansi sebasar Fakultas Pertanian UNS yang memiliki banyak gedung dan ruang yang tersebar serta memiliki banyak fasilitas laboratorium kimia yang menampung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)  dan potensial untuk mudah terbakar, agar memperhatikan tentang keberadaan petunjuk arah dan informasi evakuasi saat terjadinya kebakaran. Dicontohkan oleh Hariyanto beberapa petunjuk arah atau informasi tersebut adalah informasi mengenai keberadaan tangga darurat, informasi mengenai lokasi titik kumpul, informasi mengenai larangan pemakaian lift saat terjadi kebakaran, serta belum adanya informasi mengenai larangan menggunakan Hand Phone saat berada di area laboratorium yang berisikan bahan berbahaya dan beracun (B3). 

Disesi akhir peserta diajarkan bagaimana cara penanggulangan kebakaran mulai dari bagaimana penanggulangan kebocoran tabung gas LPG, kebakaran yang terjadi saat memasak/menggoreng, serta praktek penggunaan alat pemdam api ringan (APAR).