Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | FAPERTA Selenggarakan Konferensi Internasional Lingkungan Hidup dan Pertanian Berkelanjutan | Mahasiswa FP UNS Raih Prestasi Penyaji Makalah Terbaik di Thailand | FAPERTA Latih Tendik “Pribadi Yang Penuh Pesona” | FAPERTA Diskusikan Restorasi Lahan Gambut | FAPERTA Hadirkan Pakar Pertanian Korea Selatan |

FAPERTA Diskusikan Restorasi Lahan Gambut

Fakultas Pertanian UNS bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG)  serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan diskusi Iilmiah dengan mengangkat topik  “Percepatan Restorasi Gambut di Tingkat Tapak dan Penyiapan Program Generasi Muda Peduli Desa Gambut Sejahtera (GMPDGS) 2017”, Kamis – Jum’at 20 – 21 Juli 2017.

 

Sebagai narasumber hadir Ketua Kelompok Ahli Badan Restorasi Gambut Nasional  Prof. Dr. Azwar Maas, M.Sc dan Hanni Adiati, Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Diskusi ilmiah dihadiri sejumlah dosen dan mahasiswa UNS yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di areal  gambut di wilayah nusantara.


Program Desa Peduli Gambut meliputi kegiatan fasilitasi pembentukan kawasan perdesaan, perencanaan tata ruang desa dan kawasan perdesaan, identifikasi dan resolusi konflik, pengakuan dan legalisasi hak dan akses, kelembagaan untuk pengelolaan hidrologi dan lahan, kerja sama antar desa, pemberdayaan ekonomi, penguatan pengetahuan lokal dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi bencana kebakaran gambut. Pendekatan yang digunakan adalah merajut kerjasama antar desa yang ada dalam satu bentang alam Kesatuan Hidrologis Gambut. Pembentukan kawasan perdesaan gambut menjadi pintu masuk bagi perencanaan pengelolaan gambut oleh desa-desa tersebut.

 

Diskusi ilmiah dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. Suranto, M.Sc, Ph.D,  dalam sambutannya Prof. Suranto mengajak mahasiswa selain melaksanakan KKN di lahan gambut juga menindaklanjuti dengan penelitian “Alangkah lebih baik mahasiswa setelah melaksanakan KKN dilanjutkan dengan penelitian tugas akhir sehingga program pengelolaan lahan  gambut dan penyiapan generasi muda peduli desa gambut sejahtera dapat lebih terealisir dan bermanfaat”.

 

Sementara Prof. Azwar Maas dalam paparannya menyampaikan konsep restorasi lahan gambut “restorasi lahan gambut juga menyangkut bagaimana agar lahan gambut dapat menyimpan air di saat musim kemarau, dengan sistem seperti itu maka areal lahan gambut tetap dalam kondisi lembab karena persediaan air dapat diatur”.

 

“Sedangkan untuk pencegahan kebakaran lahan gambut antara lain dengan menjaga muka air tanah 0,4 M sehingga gambut permukaan tetap lembab dan tidak mudah terbakar. juga tersedianya sumber air di bagian hulu kubah kesatuan hidrologis gambut” demikian ditambahkan Prof. Azwar Maas.

 

Sedangkan Hanni Adiati Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam paparannya menyoroti kebakaran hutan dan lahan ditinjau dari segi tata kelola dan perubahan iklim.  Hanni menegaskan  sesuai hasil rapat koordinasi nasional kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan pada 18 Januari 2016  “bahwa kebijakan dasar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan antara lain dengan moratorium sawit, restorasi lahan, penegakan hukum dan pengendalian perijinan”