Info Pertanian: Jadwal Kegiatan Magang Mahasiswa | Mahasiswa Fakultas Pertanian Raih Juara Business Plan Tingkat Nasional | Miris Lahan Pertanian di Negeri Agraris, Alumni FUSI FP UNS buat Yayasan Agrowakaf dengan semangat Gerakan Sejuta Harapan (Sejuta Hektar Lahan Pertanian) | Talk Show Membangun Jiwa Wirausaha Muda Inovatif dan Kreatif | Dilema dan Problematika Penyuluhan Pertanian di Indonesia | Mahasiswa FP UNS Latih Wanita Tani Ciptakan Aneka Produk Makanan Lokal |

Dilema dan Problematika Penyuluhan Pertanian di Indonesia

Rabu, 2 Mei 2018 Fakultas Pertanian UNS menghelat Kuliah Umum dan Bedah Buku Penyuluhan Pertanian “Dilema dan Problematika di Indonesia”. Kuliah umum dan bedah buku menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi (Fak. Peternakan UGM); Wahyu Lasdaryanto, SP (PT. Bisi Internasional, Tbk); dan Agung Wibowo, SP, M.Si ( Prodi PKP FP UNS).  

 

Tampil mengawali untuk memberikan materi adalah Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi dengan judul presentasi “Penyuluhan Pertanian : Sejarah, Problematika dan Perkembangan”, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Wahyu Lasdaryanto, SP. Dalam paparannya Wahyu menyampaikan permasalahan terjadinya dilema penyuluhan pertanian antara lain:

  1. Sering terjadi konflik, persaingan, dan tumpang-tindih antara penyuluhan yang dilakukan instansi pemerintah dan pihak swasta.
  2. Baik instansi pemerintah maupun swasta, seringkali memanfaatkan kontak-person di dalam implementasi strateginya, tetapi tidak banyak manfaatnya bagi difusi inovasi.
  3. Lembaga swasta, lebih suka memusatkan perhatiannya kepada petani kaya atau kelompok atas, yang biasanya lebih cepat mengadopsi inovasi yang ditawarkan.
  4. Instansi pemerintah sering berhadapan dengan petani terdidik, tetapi tidak cukup memiliki kemampuan untuk mempengaruhi petani kaya

Sedangkan dari segi kendala dan problematika antara lain :Sifat Petani Indonesia Yang Msih Low Cultutre Adapted, Sifat Menunggu Teman Lain, Sifat Isolasi Yang Berlebihan, Sifat Egoisme Petani Yang Sudah Maju,

  • Keterbatasan Pendidikan
  • Ketidak Mauan Terjun Di Bidang Pertanian Secara Utuh
  • Kurang Nya Pendidikan Pertanian Sejak Dini
  • Sistem Pendidikan Modern Yang Pelan Tapi Pasti Meninggalkan Agriculture Side Interest
  • Penjajahan Moral Barat Yang Menciptakan Iklim Kapitalis Membuat Mata Pencaaharian Petani Kurang Diminati
  • Harga Jual Produk Pertanian Tak Kunjung Stabil Justru Semakin Tidak Jelas Karena Kebijaksanaan Baru
  • Faktor Tenaga Penyuluh Itu Sendiri
  • Gaji Penyuluh Pertanian Kecil
  • Tidak Ada Keterkaitan Penyuluh Dengan Wewenang Kontrol

 

Selanjutnya Wahyu menawarkan solusi yaitu :

  • Pendekatan Personal Kepada Petani Kunci
  • Pendidikan Wawasan Dan Skill Petani
  • Pengenalan Dan Sering Diajak Stdui Banding
  • Peningkatan Jumlah Dan Kualitas Tenaga Penyuluh Di Lapangan Disertai Peningkatan Gaji Penyuluh
  • Menjaga Harga Hasil Bumi Pertanian (Kesampingkan Politik)
  • Rangsangan (Sejak Smp Sudah Ada Kurikulum Pertanian)
  • Action Adopsi (Sarjana Pendamping)
  • Compare Produk Dan Hasil Pertanianmemberikan Dan Melaporkan Hal Hal / Ide Ide Kepada Pemerintah Disesuaikan Dengan Fakta Kebutuhan Di Lapangan (Program Bantuan Subsidi Benih Tanaman Pangan)

 

Agung Wibowo, SP, M.Si pada paparannya lebih banyak mengungkapkan hasil penelitiannya mengenai problematika dan permasalahan penyuluhan pertanian di beberapa daerah antara lain kearifan lokal nelayan di pulau Weh,  performance kelembagaan di pulau Rote, serta kearifan lokal nelayan di Raja Ampat.